Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Daftar Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Belanda

Mulai Pattimura sampai Munir. Beberapa nama tokoh asal Indonesia ini diabadikan sebagai nama jalan di Belanda.
Peresmian jalan Pattimurastraat, Martha C. Tiahahustraat, dan Chris Soumokilstraat, pada 2011, di kota Wierden, Belanda.
Foto
Historia
pengunjung
9.1k

NAMA aktivis hak asasi manusia, Munir Said Thalib, atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Munir, akan diabadikan sebagai nama jalan di kota Den Haag, Belanda. Suciwati, istri almarhum Munir mengatakan peresmian nama tersebut akan dilaksanakan pada hari Selasa, 14 April 2015 mendatang. Adapun nama Munir rencananya akan disematkan untuk sebuah jalur sepeda dalam kota dengan nama Munirpad.

Pada 7 September 2004, Munir bertolak dari Jakarta menuju Amsterdam untuk menempuh pendidikan masternya. Namun dalam perjalanan udara, ia tewas diracun. Pelakunya adalah Pollycarpus Budihari Priyanto, mantan pilot Garuda Indonesia yang belakangan juga diketahui berprofes sebagai spion. Sudah jadi rahasia umum pembunuhan Munir adalah cara menutup mulut kritis aktivis kelahiran Malang tersebut. Munir meninggal pada usia 39 tahun.

Munir bukan tokoh pertama yang namanya diabadikan jadi nama jalan. Relasi historis Belanda-Indonesia membuat beberapa nama tokoh Indonesia tersemat sebagai nama jalan di negeri kincir angin tersebut. Berikut beberapa nama tokoh Indonesia yang diabadikan sebagai nama jalan di Belanda.

Thomas Matulessy (Pattimurastraat)

Thomas Matulessy, atau yang lebih dikenal dalam sejarah sebagai Pattimura (1783-1817), disematkan sebagai nama jalan di Wierden, Pattimurastraat, pada 2011 sebagai cabang dari jalan lain, Jan Jansweg. Penyematan nama itu diusulkan oleh komunitas Maluku telah menetap di Wierden sejak beberapa dekade lalu.

Pattimura adalah seorang kelahiran Ambon yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda di Maluku. Pada 16 Mei 1817 ia memimpin penyerangan ke Benteng Duurstede di Saparua, Maluku, dan berhasil merebutnya. Setelahnya ia ditasbihkan sebagai pemimpin orang-orang Maluku dalam menghadapi pemerintah kolonial. Setelah dikhianati oleh Raja Booi, Pati Akon, Pattimura tertangkap dan dihukum gantung pada 16 Desember 1817.

Martha Christina Tiahahu (Martha C. Tiahahustraat)

Namanya disematkan di area pemukiman dan waktu yang sama dengan Pattimurastraat di Wierden. Martha Christina Tiahahu (1800-1818) diabadikan sebagai Martha C. Tiahahustraat yang letaknya dapat ditemukan begitu keluar dari jalan Pattimurastraat.

Sejak kecil Tiahahu sudah aktif dalam kegiatan militer melawan pemerintah kolonial. Ia tergabung bersama pasukan Pattimura dan ikut dalam beberapa pertempuran bersamanya. Sempat tertangkap pada 1817, ia kemudian dilepaskan oleh Belanda karena masih dianggap anak-anak.

Namun Tiahahu terus melawan, sampai ia akhirnya ditangkap kembali dan dikirim ke Jawa untuk bekerja paksa. Tiahahu meninggal di perjalanan pada usia 17 tahun. Seperti Pattimura, namanya harum sebagai tokoh perlawanan yang penting dalam komunitas masyarakat Maluku.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 33 Tahun 3
Kejahatan Perang Belanda
Kisah ini kami hadirkan bukan untuk mengaburkan batas sikap tentang apa makna menjajah dan dijajah. Kami ingin membahas apa yang..
 
Peresmian jalan Pattimurastraat, Martha C. Tiahahustraat, dan Chris Soumokilstraat, pada 2011, di kota Wierden, Belanda.
Foto
Peresmian jalan Pattimurastraat, Martha C. Tiahahustraat, dan Chris Soumokilstraat, pada 2011, di kota Wierden, Belanda.
Foto