top of page

Amuk Karena Kentut

Apa jadinya jika kentut berbuntut kematian.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 18 Okt 2016
  • 3 menit membaca

H.J. Friedericy, seorang kontrolir Belanda yang bertugas di Watampone, pusat kota kerajaan Bone, Sulawesi Selatan,  tercengang ketika berkunjung ke sebuah rumah sakit pada 22 Juli 1922. Dia melihat seorang pria dengan balutan perban hampir di sekujur tubuhnya.


Di ruang inap kelas bangsal itu, terdapat 24 tempat tidur. Dan terlihat beberapa pasien. Friedericy mengulik dan bertanya tentang kejadian yang menimpa sang pasien. Jawabannya, karena amukan seorang pria yang kentut di tengah keramaian dan tak kuasa menahan malu. “Bisa bayangkan bagaimana muka Friedericy saat itu,” kata Amrullah Amir, sejarawan Universitas Hasanuddin.


Amrullah Amir dalam tesisnya "Penguasa Kolonial, Bangsawan dan Orang-orang Makassar: Perubahaan Sosial dan Budaya politik di Gowa 1906-1942", mengutip kejadian itu melalui catatan harian Friedericy, di mana amuk karena kentut ini bermula dalam sebuah pesta pernikahan di kampung Ujung Lamuru. 


Dijabarkannya, saat pesta pernikahan telah usai dan orang-orang bersiap  istirahat dan tidur pada malam hari, tiba-tiba seorang tamu kentut dengan suara keras. Orang-orang yang hadir dan mendengar suara buang angin itu tertawa. Sontak saja, tamu yang membuang angin itu malu. 


Akhirnya dalam keadaan gelap, sang tamu yang kentut mengeluarkan badik dan melakukan amuk (jallo). Tentu saja orang itu melakukannya dengan cara membabi buta. Akhirnya delapan orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka. Asisten residen yang mendengar laporan itu dari kontrolir berkata, “yang mengamuk itu sebetulnya tidak perlu malu, sebab tidak seorang pun tahu siapa yang kentut.” 


Kejadian serupa  terjadi di Soppeng pada 1977. Dalam publikasi seminar "Masalah Siri’ di Sulawesi Selatan",  tim peneliti Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin mencatat, seorang laki-laki tanpa sengaja melepaskan kentut (nakelo ettu) di hadapan orang banyak. Merasa malu, pria itu seketika menghunus keris. Tapi, tak ada seorang pun yang mendengarkan suara kentut menengadahkan wajah. Semua orang terntunduk dan diam. 


Sesampainya di rumah, sang pria berkata, “Sayang sekali, tidak ada seorang pun mengangkat wajahnya, kalau ada pasti kutikam.” Tapi anehnya, di rumah pun si pria belum bisa membendung rasa malunya. Untuk itu, dia meminta istrinya menumbuk lada sebanyak mungkin dan kemudian diulaskannya ke dubur. 


Di Sulawesi Selatan, ekspresi amuk (jallo untuk Bugis dan ajjallo untuk Makassar) memang dikenal. Amuk ini terkadang dibenarkan dalam hukum sosial dan adat karena menyangkut harga diri (passe) dan rasa malu (siri). Tak mengherankan jika seorang saudara dapat membunuh saudara perempuannya bila kawin lari (silariang) dengan laki-laki. Ekspresi amuk inilah yang hingga sekarang bahkan menjadi stereotipe bagi orang Sulawesi Selatan. 


Antropolog Universitas Hasanuddin Ismail Ibrahim mencermatinya dalam laku kehidupan sehari-hari. Misalkan, aksi demonstrasi di Makassar selalu ditampilkan dalam keadaan rusuh dan kacau. Kalau tak rusuh bukan Makassar. “Jadi bisa saja, ada hal prinsip yang membuat kelompok dan perorangan melakukan amuk. Masyarakat luar tak memahaminya,” katanya.


Amuk atau jallo dalam pandangan budaya (Bugis dan Makassar) bisa saja dibenarkan sekalipun bertentangan dengan hukum positif (negara). “Seorang yang membawa lari istri orang lain bisa saja melakukan amuk hingga membunuh, dan dalam kelompok masyarakat tertentu itu dibenarkan karena soal harga diri,” kata Ismail Ibrahim.


Aturan dan tata cara dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan inilah yang tak jarang pula membuat pemerintah Hindia Belanda kebingungan. Ekspresi amuk masyarakat Sulawesi Selatan akan berakibat fatal bila dihubungkan dengan perempuan, di mana yang menjadi tolak ukuran harga diri dan dapat saja taruhannya adalah nyawa.


Koran Pemberita Makassar pada 4 Juni 1936  menuliskan sebuah kisah memilukan. Seorang laki-laki membunuh saudara perempuannya, berstatus janda beranak satu, yang nekat kawin lari (silariang) dengan seorang pria. Kawin lari ini tanpa izin dari pihak keluarga. Setelah lama mencari, keberadaan sang perempuan ditemukan pada suatu siang. Tanpa menunggu waktu lama saudara laki-lakinya langsung memukulkan sebuah tongkat kayu pada perempuan tersebut, hingga tewas. 


Dalam sistem hukum Belanda yang mengacu pada Wetboek van Stafrecht 1918, budaya siri’ adalah persoalan rumit dalam penegakan hukum. Gubernur Hindia Belanda di Celebes F.C. Vortsman dalam suratnya 5 Juni 1923 mengeluhkan peristiwa itu. “Membawa lari wanita di bawah usia 21 tahun tanpa tipu daya atau kekerasan, dengan berdasar pada kepentingan wanita tersebut, kecuali didasarkan atas perzinahan, tidak dikenai hukuman. Wanita itu dianggap sudah dewasa,” tulisnya.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kesaksian eks tentara Jepang tentang ianfu dan penyesalannya ikut dalam Perang Pasifik. Wawancara dilakukan Koichi Kimura sebelum Mitsuhiro Tanaka meninggal dunia tahun 1991.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page