Pilih Bahasa: Indonesia
Nomor 10 Tahun 1

Nomor 10 Tahun 1 | Nusa Tionghoa Melintas Masa

Rp.50,000 In Stock
Historia Indonesia
KITA hampir tak pernah belajar sejarah akibatnya kita banyak lupa Terlebih kalau bicara soal Tionghoa Kita lebih cenderung menilainya sebagai etnis dengan konotasi negatif tanpa pernah sadar sadar bahwa banyak dari hal yang berhubungan dengan kehidupan kita sekarang berasal dari orangorang Tionghoa
Untuk mengingatkan kita bahwa banyak jasa orangorang Tionghoa bagi kehidupan kita Historia edisi kali ini menghadirkan laporan khusus tentang etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia Tentu dengan penilaian yang berimbang tak melulu pujapuji Ada banyak aspek kehidupan yang ndashtelah merentang jauh ke belakangandash diangkat mulai personal hingga kelompok dari politik hingga kuliner Semuanya ada di Jejak Naga di Nusantara
HISTORIA
Nomor 10 Tahun 1

Lapsus

Kisah Cinta dalam Sejarah

CINTA, satu kata berjuta makna. Terlebih bagi insan yang sedang dimabuk asmara. Cinta bisa memberi dorongan positif yang dahsyat, ia juga bisa menjadi penghancur mematikan. Cintaa tak pernah selesai jadi topik pembicaraan banyak orang sejak dulu, di mana pun dan kapan pun, tak tersekat batas-batas formal.
Untuk "menghormatinya", Historia kali ini menghadirkan Laporan Khusus "Kisah Cinta dalam Sejarah". Beragam hal yang terkait cinta, mulai cerita cinta para tokoh bangsa, ataupun kebiasaan seperti menulis surat cinta, dan pernak-pernik cinta lainnya dikupas dalam beberapa tulisan manis di rubrik ini.


Aktualita

Dari Lisensi Benteng ke Main Sapi

PENANGKAPAN Ahmad Fathanah sekira sebulan silam membuka tabir keterlibatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam korupsi impor daging sapi. Penangkapan itu menyeret nama presiden PKS Luthfi Hasan Taufiq. Bukan hanya mencoreng slogan partai itu selama ini, partai politik bersih, penangkapan itu juga makin mengukuhkan fakta bahwa kongkalikong pejabat-pengusaha telah lama ada di Indonesia.
Pada era Ekonomi Benteng, April 1950, kerjasama saling menguntungkan antara para pejabat dengan pengusaha  terjadi dalam bentuk pemberian izin impor. Kebijakan itu, yang awalnya untuk menumbuhkan kelas pengusaha pribumi, diselewengkan dengan berbagai macam tujuan, bentuk, dan modus. Lebih jauh, silahkan baca di "Dari Lisensi Benteng ke Main Sapi".


Time Traveler

Machu Picchu

APA yang ada dalam pikiran Anda bila mendengar frasa Machu Picchu? Hanya Anda yang tahu tentunya. Yang pasti, bekas kota Suku Inca (Peru) itu merupakan buah karya masa lalu nan menakjubkan. Arsitekturalnya cantik, itu jelas. Fungsi berbagai hal yang ada di kota itu pun sangat apik. "Tak hanya sistem pengairannya yang baik, tekniknya juga ajaib," ujar Kenneth Wright, insinyur asal Wright Water Engineers (Denver, AS), yang dikutip Mai dalam tulisan ini.
Mai mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Peru, bukan cuma Machu Picchu. Banyak kecanggihan telah diperlihatkan bangsa Peru berabad-abad silam. Kesan-kesan dari beragam keunikan dan kehebatan itu, yang Mai dapati dari kunjungannya, dia rangkai dalam tulisan menarik berjudul "Gunung Tua Warisan Dunia". Historia kali ini memuatnya dalam rubrik Time Traveler.


Persona

Misteri Ketoet Tantri

NAMANYA lebih mengenalkannya sebagai orang Bali/Indonesia meski sebetulnya dia orang Amerika. Tak banyak orang tahu nama aslinya. Namun, itu pilihan yang sengaja dia ambil. Sepanjang hidupnya dia memang rela mengorbankan apapun demi kemerdekaan Indonesia.
Perjalanan hidup Ketoet Tantri, nama orang itu, sangat menarik. Alurnya tak datar, banyak konflik dan pasang surut di dalamnya. Dan semua pernik itu dihadirkan dalam sebuah tulisan menarik, "Misteri Ketoet Tantri", oleh Julius Pour. Historia memuatnya dalam edisi kali ini. Selamat membaca!

Komentar anda
Nomor 10 Tahun 1
Nusa Tionghoa Melintas MasaKITA hampir tak pernah belajar sejarah akibatnya kita banyak lupa Terlebih kalau bicara soal Tionghoa Kita lebih cenderung menilainya sebagai etnis dengan konotasi negatif tanpa pernah sadar sadar bahwa banyak dari hal yang berhubungan dengan kehidupan kita sekarang berasal dari orangorang Tionghoa
Untuk mengingatkan kita bahwa banyak jasa orangorang Tionghoa bagi kehidupan kita Historia edisi kali ini menghadirkan laporan khusus tentang etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia Tentu dengan penilaian yang berimbang tak melulu pujapuji Ada banyak aspek kehidupan yang ndashtelah merentang jauh ke belakangandash diangkat mulai personal hingga kelompok dari politik hingga kuliner Semuanya ada di Jejak Naga di Nusantara
Nomor 10 Tahun 1
Nusa Tionghoa Melintas MasaKITA hampir tak pernah belajar sejarah akibatnya kita banyak lupa Terlebih kalau bicara soal Tionghoa Kita lebih cenderung menilainya sebagai etnis dengan konotasi negatif tanpa pernah sadar sadar bahwa banyak dari hal yang berhubungan dengan kehidupan kita sekarang berasal dari orangorang Tionghoa
Untuk mengingatkan kita bahwa banyak jasa orangorang Tionghoa bagi kehidupan kita Historia edisi kali ini menghadirkan laporan khusus tentang etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia Tentu dengan penilaian yang berimbang tak melulu pujapuji Ada banyak aspek kehidupan yang ndashtelah merentang jauh ke belakangandash diangkat mulai personal hingga kelompok dari politik hingga kuliner Semuanya ada di Jejak Naga di Nusantara