Pilih Bahasa: Indonesia
Nomor 15 Tahun 2

Nomor 15 Tahun 2 | Mencari Cincin Nabi Sulaiman

Rp.50,000 In Stock
Historia Indonesia
Edisi kali ini kami mengangkat tema komunitas Arab sebagai laporan utama dengan memberi ruang kepada orangorang Hadrami lebih besar Tema ini menarik kendati ulasan mengenai tema ini terbilang terbatas Terutama menyangkut aktivitas mereka dalam bidang ekonomi dan peranan mereka setelah kemerdekaan Indonesia dari afiliasi politik hingga maraknya majelis taklim yang kini marak digelar para habibnbsp

Historia edisi kali ini juga mengangkat tematema yang masih relevan dengan kondisi kekinian Dari impor gula hingga kontes kecantikan dari herbal hingga transportasi massal Semuanya dihadirkan dengan semangat sama menghadirkan masa lalu untuk menatap masa depan yang lebih baik
HISTORIA
Nomor 15 Tahun 2
14
16
20
74
82
24-27
JURUS LITSUS HALAU KOMUNIS
Atas nama stabilisisasi, kalis dari ideologi komunis adalah harga mati.
28-31
MISTERI BERI-BERI
Sebuah penyakit yang melumpuhkan dan membawa kematian mengguncang Asia. Serangkaian penelitian berupaya mengungkapnya.
32-34
HERBAL KEMBALI MENGGLOBAL
Berasal dari ribuan tahun silam, pengobatan alami yang sempat tergeser pengobatan medis modern itu kini kembali digandrungi.
36-39
MENCARI CINCIN NABI SULAIMAN
Mereka meninggalkan tanah airnya untuk mengadu nasib di tanah perantauan. Harapannya dapat hidup lebih baik.
40-43
BANGKIT LEWAT SEKOLAH
Pembaharuan di bidang pendidikan menginspirasi orang-orang Arab untuk mendirikan sekolah-sekolah. Beberapa bertahan sampai sekarang.
44-47
BERBISNIS DI RANTAU
Orang Arab punya tradisi bisnis. Berhasil beroleh untung pada masa kolonial.
48-51
DARI DISKRIMINASI KE APRESIASI
Pemerintah kolonial memandang orang Arab sebagai ancaman. Dilarang membaur dengan bumiputera, gerak mereka dibatasi.
52-55
BERTANAH AIR INDONESIA, BUKAN HADRAMAUT
Masyarakat Arab menganggap tanah airnya Hadramaut. Persatuan Arab peranakan mendorong mereka untuk bertanah air Indonesia.
56-57
SETELAH PAI TAK ADA LAGI
Partai Arab Indonesia dibubarkan dan diputuskan untuk tidak dihidupkan lagi. Mereka berkiprah di partai-partai politik lain.
58-59
MENDEKAT KEPADA HABIB
Mereka mengajarkan agama tanpa meninggalkan usahanya. Tak dapat menghindari urusan politik.
67-69
JALAN SUNYI KECAP REVOLUSI
Tak perlu menjadi kecap nomor satu. Bertahan sejak jaman revolusi pun sudah menjadi penanda jaminan mutu.
70-73
MENEMPA SUMPAH PALAPA
Terinspirasi sumpah Gajah Mada, pemerintahan Soeharto membuat proyek ambisius: satelit Palapa. Yang pertama di antara negara-negara berkembang.
78-81
MENARI BERSAMA KACA PATRI
Kaca patri menjadi bagian tak terpisahkan dari ornamen arsitektur. Selain indah, ia merekam kisah dari masa lalu.
86-89
BERPACU DENGAN KUDA
Menunggangi kuda balap pernah jadi simbol kebangsawanan. Jeli melihat peluang, pebisnis menjadikannya uang.
91
BUKU, IDOLA DAN CINTA
Berjuang tak melulu dengan senjata atau mengobral kata-kata. Namun lewat karya nyata, akan lebih bermakna jika dilandasi rasa bangga sebagai bangsa.
Komentar anda
Nomor 15 Tahun 2
Mencari Cincin Nabi SulaimanEdisi kali ini kami mengangkat tema komunitas Arab sebagai laporan utama dengan memberi ruang kepada orangorang Hadrami lebih besar Tema ini menarik kendati ulasan mengenai tema ini terbilang terbatas Terutama menyangkut aktivitas mereka dalam bidang ekonomi dan peranan mereka setelah kemerdekaan Indonesia dari afiliasi politik hingga maraknya majelis taklim yang kini marak digelar para habibnbsp

Historia edisi kali ini juga mengangkat tematema yang masih relevan dengan kondisi kekinian Dari impor gula hingga kontes kecantikan dari herbal hingga transportasi massal Semuanya dihadirkan dengan semangat sama menghadirkan masa lalu untuk menatap masa depan yang lebih baik
Nomor 15 Tahun 2
Mencari Cincin Nabi SulaimanEdisi kali ini kami mengangkat tema komunitas Arab sebagai laporan utama dengan memberi ruang kepada orangorang Hadrami lebih besar Tema ini menarik kendati ulasan mengenai tema ini terbilang terbatas Terutama menyangkut aktivitas mereka dalam bidang ekonomi dan peranan mereka setelah kemerdekaan Indonesia dari afiliasi politik hingga maraknya majelis taklim yang kini marak digelar para habibnbsp

Historia edisi kali ini juga mengangkat tematema yang masih relevan dengan kondisi kekinian Dari impor gula hingga kontes kecantikan dari herbal hingga transportasi massal Semuanya dihadirkan dengan semangat sama menghadirkan masa lalu untuk menatap masa depan yang lebih baik