Pilih Bahasa: Indonesia
Nomor 14 Tahun 2

Nomor 14 Tahun 2 | Membidik Nyawa Sang Presiden

Rp.50,000 In Stock
Historia Indonesia
MEMENUHI permintaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Presiden Sukarno mengucapkan pidato Pelengkap Nawaksara pada 10 Januari 1967 Dalam pidatonya Sukarno menuding kekuatan kontrarevolusi dari dalam negeri dan kekuatan nekolim bersatupadu dan berupaya menggulingkannya melalui satu gerakan yang dia sebut Gerakan 1 Oktober atau Gestok

Sukarno juga mempertanyakan dasar dia harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut ldquoKalau saya disuruh bertanggung jawab atas terjadinya G30S maka saya menanya siapa yang harus dimintai pertanggungan jawab atas usaha pembunuhan kepada PresidenPangti dalam 7 peristiwa yang saya sebutkan di atas itu Kalau bicara Kebenaran dan Keadilan maka saya pun minta Kebenaran dan Keadilanrdquo

Pidato Pelengkap Nawaksara pertanggung jawaban dirinya sebagai presiden ditolak Sukarno pun terjungkal dari kekuasaannya

Edisi kali ini kami menurunkan laporan utama tentang upaya pembunuhan terhadap Presiden Sukarno Tak semuanya dibahas Toh upaya pembunuhan itu mungkin bukan hanya tujuh Dan dia selalu selamat Kalau tidak tentu saya sudah mati terbunuh Dan mungkin akan Saudara namakan primetragedi nasionalprime pula

Jatuhnya Sukarno mengubah segalanya dari semua aspek Termasuk hingga kini kita melihat sejarah dari satu aspek sejarah tunggal sejarah resmi Alam reformasi belum mampu mengubah semuanya Tak perlu jauhjauh lihatlah di sekitar kita Monumen Nama jalan Peringatan demi peringatan

Sejarah Indonesia juga masih Jawasentris Sejarah lokal belum tersentuh Jika kebudayaan nasional adalah puncakpuncak dari perkembangan kebudayaankebudayaan daerah begitu pula seharusnya sejarah nasional Historia ingin memberikan tempat bagi sejarah lokal Tentu kami tak bisa melakukannya sendirian Kami membutuhkan Anda pembaca kontributor dari Sabang sampai Merauke yang tentu lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri untuk menuliskannya Kami menunggu kontribusi Anda

Edisi kali ini juga mengangkat tematema aktual Dari wajib militer hingga impor sapi Beragam tema juga kami sajikan yang bisa menemani Anda mengisi libur lebaran

Edisi kali ini terbit menjelang Hari Raya Idulfitri Untuk itu kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri Mohon maaf lahir dan batin
HISTORIA
Nomor 14 Tahun 2
Komentar anda
Nomor 14 Tahun 2
Membidik Nyawa Sang PresidenMEMENUHI permintaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Presiden Sukarno mengucapkan pidato Pelengkap Nawaksara pada 10 Januari 1967 Dalam pidatonya Sukarno menuding kekuatan kontrarevolusi dari dalam negeri dan kekuatan nekolim bersatupadu dan berupaya menggulingkannya melalui satu gerakan yang dia sebut Gerakan 1 Oktober atau Gestok

Sukarno juga mempertanyakan dasar dia harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut ldquoKalau saya disuruh bertanggung jawab atas terjadinya G30S maka saya menanya siapa yang harus dimintai pertanggungan jawab atas usaha pembunuhan kepada PresidenPangti dalam 7 peristiwa yang saya sebutkan di atas itu Kalau bicara Kebenaran dan Keadilan maka saya pun minta Kebenaran dan Keadilanrdquo

Pidato Pelengkap Nawaksara pertanggung jawaban dirinya sebagai presiden ditolak Sukarno pun terjungkal dari kekuasaannya

Edisi kali ini kami menurunkan laporan utama tentang upaya pembunuhan terhadap Presiden Sukarno Tak semuanya dibahas Toh upaya pembunuhan itu mungkin bukan hanya tujuh Dan dia selalu selamat Kalau tidak tentu saya sudah mati terbunuh Dan mungkin akan Saudara namakan primetragedi nasionalprime pula

Jatuhnya Sukarno mengubah segalanya dari semua aspek Termasuk hingga kini kita melihat sejarah dari satu aspek sejarah tunggal sejarah resmi Alam reformasi belum mampu mengubah semuanya Tak perlu jauhjauh lihatlah di sekitar kita Monumen Nama jalan Peringatan demi peringatan

Sejarah Indonesia juga masih Jawasentris Sejarah lokal belum tersentuh Jika kebudayaan nasional adalah puncakpuncak dari perkembangan kebudayaankebudayaan daerah begitu pula seharusnya sejarah nasional Historia ingin memberikan tempat bagi sejarah lokal Tentu kami tak bisa melakukannya sendirian Kami membutuhkan Anda pembaca kontributor dari Sabang sampai Merauke yang tentu lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri untuk menuliskannya Kami menunggu kontribusi Anda

Edisi kali ini juga mengangkat tematema aktual Dari wajib militer hingga impor sapi Beragam tema juga kami sajikan yang bisa menemani Anda mengisi libur lebaran

Edisi kali ini terbit menjelang Hari Raya Idulfitri Untuk itu kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri Mohon maaf lahir dan batin
Nomor 14 Tahun 2
Membidik Nyawa Sang PresidenMEMENUHI permintaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Presiden Sukarno mengucapkan pidato Pelengkap Nawaksara pada 10 Januari 1967 Dalam pidatonya Sukarno menuding kekuatan kontrarevolusi dari dalam negeri dan kekuatan nekolim bersatupadu dan berupaya menggulingkannya melalui satu gerakan yang dia sebut Gerakan 1 Oktober atau Gestok

Sukarno juga mempertanyakan dasar dia harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut ldquoKalau saya disuruh bertanggung jawab atas terjadinya G30S maka saya menanya siapa yang harus dimintai pertanggungan jawab atas usaha pembunuhan kepada PresidenPangti dalam 7 peristiwa yang saya sebutkan di atas itu Kalau bicara Kebenaran dan Keadilan maka saya pun minta Kebenaran dan Keadilanrdquo

Pidato Pelengkap Nawaksara pertanggung jawaban dirinya sebagai presiden ditolak Sukarno pun terjungkal dari kekuasaannya

Edisi kali ini kami menurunkan laporan utama tentang upaya pembunuhan terhadap Presiden Sukarno Tak semuanya dibahas Toh upaya pembunuhan itu mungkin bukan hanya tujuh Dan dia selalu selamat Kalau tidak tentu saya sudah mati terbunuh Dan mungkin akan Saudara namakan primetragedi nasionalprime pula

Jatuhnya Sukarno mengubah segalanya dari semua aspek Termasuk hingga kini kita melihat sejarah dari satu aspek sejarah tunggal sejarah resmi Alam reformasi belum mampu mengubah semuanya Tak perlu jauhjauh lihatlah di sekitar kita Monumen Nama jalan Peringatan demi peringatan

Sejarah Indonesia juga masih Jawasentris Sejarah lokal belum tersentuh Jika kebudayaan nasional adalah puncakpuncak dari perkembangan kebudayaankebudayaan daerah begitu pula seharusnya sejarah nasional Historia ingin memberikan tempat bagi sejarah lokal Tentu kami tak bisa melakukannya sendirian Kami membutuhkan Anda pembaca kontributor dari Sabang sampai Merauke yang tentu lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri untuk menuliskannya Kami menunggu kontribusi Anda

Edisi kali ini juga mengangkat tematema aktual Dari wajib militer hingga impor sapi Beragam tema juga kami sajikan yang bisa menemani Anda mengisi libur lebaran

Edisi kali ini terbit menjelang Hari Raya Idulfitri Untuk itu kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri Mohon maaf lahir dan batin