Pilih Bahasa: Indonesia
Nomor 5 Tahun 1

Nomor 5 Tahun 1 | HO CHI MINH

Rp.50,000 In Stock
Historia Indonesia
SEORANG pemimpin bukanlah orang yang menuntut pelayanan apalagi penghormatan Pemimpin sejati adalah yang pertamatama sadar dan tulus melayani Ho Chi Minh membuktikannya di Vietnam Sebagaimana Gandhi atau Sukarno Paman Ho ndashsapaan akrab Ho Chi Minhndash rela tinggalpergi penjara dikejarkejar musuh hingga keluarmasuk hutan bergerilya melawan musuh semuanya dia lakukan demi citacita memerdekakan bangsanya dari kekejaman penjajahan Seorang pemimpin adalah panutan Prinsip itu Paman Ho pegang eraterat Hingga ketika meninggal dengan status presiden Paman Ho tetap hidup bersahaja jauh dari kemewahan seorang penguasa yang sebetulnya ia bisa dapatkan kalau mau Paman Ho tetaplah kakek yang menyayangi anakanak bak seorang kakek terhadap cucucucunya orang tua bagi anakanaknya atau guru bagi muridmuridnya Sama sekali tak ada kesan Paman Ho pemimpin yang ingin dilayani Paman Ho tak segan masuk ke rumahrumah kumuh rakyatnya dan ngobrol seperti anggota kelurga Rakyat menjadi bahan bakar semua tindaktanduknya Dia tak pernah rela hakhak rakyatnya direnggut siapapun Teladan itulah yang merasuk ke tiap jiwa bangsa Vietnam Tak heran bila nyawa pun rela mereka pertaruhkan demi Paman Ho dan kejayaan Vietnam Tekad kuat itulah yang membuat Vietnam mampu mengusir dua raksasa Prancis dan Amerika Serikat dari tanahnya Historia kali ini mengangkat laporan utama Ho Chi Minh Sangat banyak nilainilai positif dari Bapak bangsa Vietnam itu yang bisa dijadikan pelajaran hingga kini Kehidupan pribadi gagasan ataupun perjuangan Paman Ho diangkat dalam tulisantulisan tersendiri sesuai kronologi Selamat membaca
HISTORIA
Nomor 5 Tahun 1
INTERNASIONAL
Budaya Maju Korea
KENDATI tak terlibat secara langsung, sebagai bentuk tanggung jawab Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak meminta maaf kepada publik atas keterlibatan kakak kandung dan pembantu dekatnya dalam kasus korupsi. Meminta maaf dan mengundurkan diri dari jabatan yang dipegang lantaran sebuah kesalahan bukan barang baru di sana. "Sudah menjadi semacam tradisi bagi pemimpin Korea Selatan untuk mengakui kesalahan di depan publik dan sukarela mengundurkan diri karena kesalahannya," tulis Bonnie Triyana dalam "Budaya Maju Korea Selatan".
Bersama dengan budaya hidup hemat, menghargai kerja keras, pendidikan, dan disiplin budaya meminta maaf dan mundur menjadi modal berharga bangsa Korea untuk maju. Pada1960-an, Korea Selatan masih setaraf dengan Ghana. Banyak kemiripan di antara keduanya, salah satunya adalah keduanya sama-sama penerima bantuan ekonomi dari negara lain. "Tapi tigapuluh tahun kemudian, Korea Selatan menjadi raksasa industri dengan ekonomi terbesar ke-14 di dunia," tulis Samuel P Huntington, memuji kemajuan pesat negeri "ginseng".
 
TIME TRAVELER
Kota Mini di Tepian Rhein
SEJAK memegang pucuk pemerintahan kota pada 1679, Johann Wilhelm II atau biasa disapa Jan Wellem mengubah drastis wajah Dusseldorf. Bersama istrinya Anna Maria Luisa de Medici dia mengembangkan kota kelahirannya itu dengan sentuhan seni yang kuat. Atas inisiatifnya, salah satu bagian Istana Dusseldorf dijadikan sebuah galeri. "Bangsawan yang akrab dipanggil Jan Wellem itu punya visi besar untuk mengembangkan kota kelahirannya."
Kini, kota multietnik yang cikal bakalnya sebuah desa nelayan dan petani yang berdiri sekira abad ke-7 itu sudah memiliki sekitar 100 galeri seni, 20-an teater, dan 26 museum. Di Kunstakademie Dusseldorf (Akademi Seni Dusseldorf) itu pula seniman-seniman macam Andreas Gursky, Gerhard Richter, ataupun Joseph Beuys dilahirkan. Dan, sejarah panjang Dusseldorf beserta dinamikanya dihadirkan secara cukup menarik oleh Devi Fitria langsung dari kota yang dibangun pertamakali oleh Graf Adolf Vom Berg itu.
HIBURAN
Biarkan Seribu Layar Tancap Berkembang
ANTUSIASME masyarakat untuk menyaksikan hiburan berupa gambar bergerak terus meningkat. Terlebih itu terjadi ketika pemerintah Hindia Belanda masih berkuasa. Hal inilah yang menginspirasi Tuan Talbot, pengusaha di bidang perfilman, menjalankan usaha bioskop kelilingnya. Dia menurunkan harga tiket pertunjukan dan berpindah-pindah, alhasil penonton terus membludak. "Dari sinilah sejarah layar tancap, sekaligus bioskop Indonesia, berjejak."
Seiring perjalanan waktu, layar tancap terus berkembang dan punya beragam tujuan. Pemerintah pendudukan Jepang menggunakannya bukan semata untuk hiburan kepada rakyat, tapi juga propaganda. Pasca-Indonesia merdeka, layar tancap masih jadi hiburan masyarakat yang lebih populer dibanding televisi hingga beberapa tahun setelah "kotak pandora" itu diperkenalkan pada 1962. Kini, gencar dan murahnya teknologi memaksa layar tancap ke "tempat pembaringan". Namun, Riri (Riza) percaya layar tancap akan mampu bertahan dan takkan mati, tulis Hendaru, penulis artikel ini dalam "Biarkan Seribu Layar Tancap Berkembang".
SAINS
Membedah Kematian Mengenal Kehidupan
HASRAT keingintahuan terhadap struktur tubuh manusia telah tumbuh sejak lama. Peradaban Yunani Kuno sudah memasukkannya ke dalam bagian penting ilmu pengetahuan. Hippocrates menyebutnya, "pondasi utama pengobatan…dan seharusnya dipahami melalui tubuh manusia." Namun, membedah tubuh manusia masih tabu kala itu. Orang-orang Yunani percaya, roh manusia yang meninggal masih terperangkap dalam jasadnya. 
Teknik pembedahan manusia baru dimulai pada abad ke-2 SM di Alexandria, Mesir, ketika aturan pensakralan jenazah dihapus. Ahli medis Herophilus lalu memperkenalkan pembedahan jenazah secara publik sebagai bagian dari studi anatomi. Setelah sempat memasuki masa larangan penggunaan jenazah kembali, pembedahan kembali marak pasca-Renaisans. Sejak itu, teknik pembedahan kian maju. "Ketika seseorang mempelajari struktur tubuh manusia, ia sedang berupaya mengerti bagaimana tubuh berfungsi menopang keberlangsungan hidup," tulis Mira Renata, penulis artikel ini, dalam "Membelah Kematian Mengenal Kehidupan".
Komentar anda
Nomor 5 Tahun 1
HO CHI MINHSEORANG pemimpin bukanlah orang yang menuntut pelayanan apalagi penghormatan Pemimpin sejati adalah yang pertamatama sadar dan tulus melayani Ho Chi Minh membuktikannya di Vietnam Sebagaimana Gandhi atau Sukarno Paman Ho ndashsapaan akrab Ho Chi Minhndash rela tinggalpergi penjara dikejarkejar musuh hingga keluarmasuk hutan bergerilya melawan musuh semuanya dia lakukan demi citacita memerdekakan bangsanya dari kekejaman penjajahan Seorang pemimpin adalah panutan Prinsip itu Paman Ho pegang eraterat Hingga ketika meninggal dengan status presiden Paman Ho tetap hidup bersahaja jauh dari kemewahan seorang penguasa yang sebetulnya ia bisa dapatkan kalau mau Paman Ho tetaplah kakek yang menyayangi anakanak bak seorang kakek terhadap cucucucunya orang tua bagi anakanaknya atau guru bagi muridmuridnya Sama sekali tak ada kesan Paman Ho pemimpin yang ingin dilayani Paman Ho tak segan masuk ke rumahrumah kumuh rakyatnya dan ngobrol seperti anggota kelurga Rakyat menjadi bahan bakar semua tindaktanduknya Dia tak pernah rela hakhak rakyatnya direnggut siapapun Teladan itulah yang merasuk ke tiap jiwa bangsa Vietnam Tak heran bila nyawa pun rela mereka pertaruhkan demi Paman Ho dan kejayaan Vietnam Tekad kuat itulah yang membuat Vietnam mampu mengusir dua raksasa Prancis dan Amerika Serikat dari tanahnya Historia kali ini mengangkat laporan utama Ho Chi Minh Sangat banyak nilainilai positif dari Bapak bangsa Vietnam itu yang bisa dijadikan pelajaran hingga kini Kehidupan pribadi gagasan ataupun perjuangan Paman Ho diangkat dalam tulisantulisan tersendiri sesuai kronologi Selamat membaca
Nomor 5 Tahun 1
HO CHI MINHSEORANG pemimpin bukanlah orang yang menuntut pelayanan apalagi penghormatan Pemimpin sejati adalah yang pertamatama sadar dan tulus melayani Ho Chi Minh membuktikannya di Vietnam Sebagaimana Gandhi atau Sukarno Paman Ho ndashsapaan akrab Ho Chi Minhndash rela tinggalpergi penjara dikejarkejar musuh hingga keluarmasuk hutan bergerilya melawan musuh semuanya dia lakukan demi citacita memerdekakan bangsanya dari kekejaman penjajahan Seorang pemimpin adalah panutan Prinsip itu Paman Ho pegang eraterat Hingga ketika meninggal dengan status presiden Paman Ho tetap hidup bersahaja jauh dari kemewahan seorang penguasa yang sebetulnya ia bisa dapatkan kalau mau Paman Ho tetaplah kakek yang menyayangi anakanak bak seorang kakek terhadap cucucucunya orang tua bagi anakanaknya atau guru bagi muridmuridnya Sama sekali tak ada kesan Paman Ho pemimpin yang ingin dilayani Paman Ho tak segan masuk ke rumahrumah kumuh rakyatnya dan ngobrol seperti anggota kelurga Rakyat menjadi bahan bakar semua tindaktanduknya Dia tak pernah rela hakhak rakyatnya direnggut siapapun Teladan itulah yang merasuk ke tiap jiwa bangsa Vietnam Tak heran bila nyawa pun rela mereka pertaruhkan demi Paman Ho dan kejayaan Vietnam Tekad kuat itulah yang membuat Vietnam mampu mengusir dua raksasa Prancis dan Amerika Serikat dari tanahnya Historia kali ini mengangkat laporan utama Ho Chi Minh Sangat banyak nilainilai positif dari Bapak bangsa Vietnam itu yang bisa dijadikan pelajaran hingga kini Kehidupan pribadi gagasan ataupun perjuangan Paman Ho diangkat dalam tulisantulisan tersendiri sesuai kronologi Selamat membaca