Pilih Bahasa: Indonesia
Nomor 1 Tahun 1

Nomor 1 Tahun 1 | Edisi Srikandi Revolusi

Rp.50,000 In Stock
Historia Indonesia
SEJAK masa Orde Baru figur Kartini hanya digambarkan sebagai perempuan Jawa dari keluarga ningrat kalem keibuan dan lembut bertutur kata Setiap kali hari kelahirannya diperingati kaum perempuan meniru gaya busana Kartini kebaya di badan plus sanggul di kepala Sampai hari ini hanya dengan cara itulah kebanyakan perempuan mengenang Kartini Gagasangagasan emansipasinya justru tak pernah dikenal luas Pada zaman Orde Baru pula gerakan perempuan didepolitisasi dan didomestifikasi Benarkah gerakan perempuan Indonesia mengalami penghancuran sebagaimana yang pernah didedahkan oleh Saskia Eleonora Wieringa dalam bukunya Penghancuran Gerakan Wanita Indonesia Apakah tak ada perlawanan sama sekali
HISTORIA
Nomor 1 Tahun 1
Panggil Dia Ietje
Lahir dari keluarga menak terpandang. Memilih jalan perjuangan.
1
Dua Musim Cinta Maria
Pernikahan pertama berakhir duka. Musim semi kedua terjalin bersama Subadio Sastrosatomo.
2
Gadis Berlawan Dari Sawahan
Dia menanggalkan status priyayinya dan memilih terlibat dalam politik.
3
Kiprah Menteri Bersandal
Pada masanya lahir UU Perburuhan yang berpihak pada perempuan dan anak-anak sekaligus dianggap tonggak bagi perjuangan buruh di Indonesia.
4
Bertahan di Tanah Sultan
Di tanah hijrah, Laswi membantu para pejuang, mulai dari korban perang hingga tahanan.
5
Dapur Ngebul, Senapan Ngepul
Tanpa kehadiran perempuan - perempuan tangguh di dapur umum, usia perjuangan bisa jadi tak bertahan lama.
6
Kuasa Ramalan
Pangeran Diponegoro hendak mengembalikan tatanan lama Jawa. Upayanya gagal dan membuka jalan bagi malapetaka yang lebih besar.
7
Komentar anda
Nomor 1 Tahun 1
Edisi Srikandi RevolusiSEJAK masa Orde Baru figur Kartini hanya digambarkan sebagai perempuan Jawa dari keluarga ningrat kalem keibuan dan lembut bertutur kata Setiap kali hari kelahirannya diperingati kaum perempuan meniru gaya busana Kartini kebaya di badan plus sanggul di kepala Sampai hari ini hanya dengan cara itulah kebanyakan perempuan mengenang Kartini Gagasangagasan emansipasinya justru tak pernah dikenal luas Pada zaman Orde Baru pula gerakan perempuan didepolitisasi dan didomestifikasi Benarkah gerakan perempuan Indonesia mengalami penghancuran sebagaimana yang pernah didedahkan oleh Saskia Eleonora Wieringa dalam bukunya Penghancuran Gerakan Wanita Indonesia Apakah tak ada perlawanan sama sekali
Nomor 1 Tahun 1
Edisi Srikandi RevolusiSEJAK masa Orde Baru figur Kartini hanya digambarkan sebagai perempuan Jawa dari keluarga ningrat kalem keibuan dan lembut bertutur kata Setiap kali hari kelahirannya diperingati kaum perempuan meniru gaya busana Kartini kebaya di badan plus sanggul di kepala Sampai hari ini hanya dengan cara itulah kebanyakan perempuan mengenang Kartini Gagasangagasan emansipasinya justru tak pernah dikenal luas Pada zaman Orde Baru pula gerakan perempuan didepolitisasi dan didomestifikasi Benarkah gerakan perempuan Indonesia mengalami penghancuran sebagaimana yang pernah didedahkan oleh Saskia Eleonora Wieringa dalam bukunya Penghancuran Gerakan Wanita Indonesia Apakah tak ada perlawanan sama sekali