Pilih Bahasa: Indonesia
Nomor 12 Tahun 1

Nomor 12 Tahun 1 | Bumi Pertiwi Hampir Mati

Rp.50,000 In Stock
Historia Indonesia
SEJAK dulu gugusan Kepulauan Nusantara sohor akan kekayaan alam Keanekaragaman hayatinya menjadi salah satu yang paling kaya di dunia kandungan mineralnya juga beragam dan dalam kuantitas besar Berbagai bangsa dari segala penjuru mendatanginya Mereka berebut mengais rezeki dari kekayaan alam Indonesia Akibatnya kekayaan alam dan kelestarian lingkungan di Indonesia terus terdegradasi Kepunahan menghinggapi satu per satu spesies yang ada Bila tak ditangani serius dan berani kelestarian alam Indonesia tinggal sejarah Untuk menghargai alam tempat kita berpijak Historia kali ini mengangkat laporan utama tentang lingkungan hidup ldquoBumi Pertiwi Hampir Matirdquo Beragam kekayaan alam berikut peristiwaperistiwa yang merusaknya diulas lengkap
HISTORIA
Nomor 12 Tahun 1
TIME TRAVELER
Wisata Demam Emas di Ballarat
BAGI Anda yang gemar berwisata, nama Ballarat mungkin tak asing lagi. Kota kecil yang pada abad ke-19 tempat menggembala binatang ternak  itu mulai dikenal orang seiring dengan ditemukannya emas. "Kabar tentang penemuan emas di bulan Agustus 1851 itu menyebar cepat, mendorong orang-orang datang memburu peruntungan di Ballarat," tulis Bonnie Triyana, penulis artikel ini.
Selanjutnya, pemerintah Australia mempromosikan Ballarat menjadi salah satu destinasi wisata utamanya setelah emas tak lagi ada di kota itu. Kepandaian mengemas, dengan menjual sejarah, dan gencarnya promosi yang dilakukan membuat banyak orang mendatanginya. Apa saja yang menarik darinya? Bonnie menghadirkannya melalui "Wisata Demam Emas di Ballarat".
BUDAYA
Wayang Orang Kota Metropolitan
BILA Anda bosan dengan hiburan populer yang ada di metropolitan sekarang, tak ada salahnya bila mencoba menonton pertunjukan seni tradisional. Di Senen, Jakarta ada Wayang Orang Bharata. Tempat pertunjukannya tak sulit dicapai karena terletak tak jauh dari pusat kota. Harga tiket masuknya pun tak mahal. 
Bagi Anda penyuka kesenenian tradisional Jawa, Wayang Orang Bharata bisa menjadi obat pelepas rindu akan kampung halaman. Bagi yang belum tahu, menonton Wayang Orang Bharata jelas menambah pengetahuan. Tak ada salahnya membaca tulisan Darma Ismayanto di Historia edisi kali ini, "Wayang Orang Kota Metropolitan", terlebih dulu untuk "bekal" sebelum Anda memutuskan menonton langsung.
MEDIA
Lelucon 1 April
BANYAK orang tahu bila April Mob menjadi momen untuk bisa berbuat apa saja. Namun orang hampir pasti tak ada yang tahu bahwa pada saat April Mob dirinya bakal jadi korban keisengan teman, saudara, atau kenalannya. Tokoh pers Mochtar Lubis, salah satunya, yang jadi korban keisengan koran yang dipimpinnya, Indonesia Raya.   
Pada April 1973, Indonesia Raya menurunkan berita: ditemukan bunga anggrek raksasa di kediaman seorang warga di Jalan Bonang. Orang-orang pun berdatangan ke rumah Mochtar, rumah yang dimaksud Indonesia Raya, dan bingung karena tak menemukan anggrek raksasa itu. Mereka mungkin sebingung Mochtar, yang mendadak mendapati banyak orang mendatangi rumahnya. Dan kisah Mochtar itu hanyalah satu dari beberapa kisah yang dihadirkan Ignatius Haryanto dalam artikelnya di Historia kali ini, "Lelucon 1 April".
SITUS
Horor Gang Buntu Teror Orde Baru
PERKEMBANGAN sebuah kota meninggalkan bukan hanya cerita, tapi juga jejak-jejak penanda. Bukan hanya penanda peristiwa suka-ria, tapi juga banyak peristiwa duka. Sebuah kompleks bangunan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan salah satunya. Bangunan yang kini hampir tak bersisa lagi menjadi saksi bisu kepedihan ratusan orang dari kekejaman sebuah tiran.
Kompleks bangunan yang dikenal dengan nama Gang Buntu itu mengisahkan banyak siksaan yang berbuah penderitaan bahkan kematian dari para "musuh" negara. Mereka datang dari rentang zaman, motif, tujuan, dan bentuk gerakan yang berbeda-beda. Namun mereka disatukan di Gang Buntu, kompleks penjara yang didirikan pemerintahan Orde Baru. Bagaimana kisah-kisah kekejaman itu terjadi dan apa yang melatarbelakanginya, silahkan simak di "Horor Gang Buntu Teror Orde Baru". Selamat membaca!
Komentar anda
Nomor 12 Tahun 1
Bumi Pertiwi Hampir MatiSEJAK dulu gugusan Kepulauan Nusantara sohor akan kekayaan alam Keanekaragaman hayatinya menjadi salah satu yang paling kaya di dunia kandungan mineralnya juga beragam dan dalam kuantitas besar Berbagai bangsa dari segala penjuru mendatanginya Mereka berebut mengais rezeki dari kekayaan alam Indonesia Akibatnya kekayaan alam dan kelestarian lingkungan di Indonesia terus terdegradasi Kepunahan menghinggapi satu per satu spesies yang ada Bila tak ditangani serius dan berani kelestarian alam Indonesia tinggal sejarah Untuk menghargai alam tempat kita berpijak Historia kali ini mengangkat laporan utama tentang lingkungan hidup ldquoBumi Pertiwi Hampir Matirdquo Beragam kekayaan alam berikut peristiwaperistiwa yang merusaknya diulas lengkap
Nomor 12 Tahun 1
Bumi Pertiwi Hampir MatiSEJAK dulu gugusan Kepulauan Nusantara sohor akan kekayaan alam Keanekaragaman hayatinya menjadi salah satu yang paling kaya di dunia kandungan mineralnya juga beragam dan dalam kuantitas besar Berbagai bangsa dari segala penjuru mendatanginya Mereka berebut mengais rezeki dari kekayaan alam Indonesia Akibatnya kekayaan alam dan kelestarian lingkungan di Indonesia terus terdegradasi Kepunahan menghinggapi satu per satu spesies yang ada Bila tak ditangani serius dan berani kelestarian alam Indonesia tinggal sejarah Untuk menghargai alam tempat kita berpijak Historia kali ini mengangkat laporan utama tentang lingkungan hidup ldquoBumi Pertiwi Hampir Matirdquo Beragam kekayaan alam berikut peristiwaperistiwa yang merusaknya diulas lengkap