Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Alkisah Kertas Tua dari Kastil Batavia

Ribuan lembar arsip dari zaman VOC tersimpan di Kantor Arsip Nasional di Jakarta. Telah diakui Unesco sebagai warisan sejarah dunia.
Seorang petugas di Arsip Nasional RI sedang memeriksa kotak-kotak penyimpanan arsip VOC.
Foto
Historia
pengunjung
31.7k

Selembar kertas tua tampak diletakkan di atas alat pemindai. Sejurus kemudian alat tersebut bekerja, merekam lembaran kertas tua menjadi sebuah gambar digital yang tersimpan di dalam komputer. Tak hanya selembar, ada ribuan lembar kertas tua yang sedang dan telah didigitalisasi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Ribuan lembar kertas tua rapuh itu berasal dari abad 17 sampai dengan 18, berbahasa Belanda lama dan ditulis tangan. Hampir semua informasi di dalamnya memuat keterangan tentang aktivitas Vereeniging Oostindie Compagnie (VOC), kompeni dagang Belanda di wilayah Nusantara.

Sebagai bekas wilayah pusat kegiatan VOC yang terluas, Indonesia mewarisi berlimpah arsip yang apabila diletakkan dalam posisi berdiri berjajar, panjangnya bisa mencapai 2,5 kilometer. Direktur Pengolahan Arsip ANRI Azmi mengatakan kekayaan arsip VOC di Indonesia melebihi jumlah arsip VOC ada di Belanda.

“Arsip Nasional ini memiliki khazanah arsip VOC yang cukup besar, bahkan melebihi yang dimiliki oleh negara asalnya sendiri dan negara yang pernah diduduki oleh VOC, baik di Afrika Selatan maupun Srilangka,” ujar Azmi kepada Historia pertengahan Februari lalu.

Sejarawan-cum-Arsiparis Mona Lohanda mengatakan sebetulnya dokumen arsip VOC juga dimiliki oleh beberapa negara lain di mana VOC pernah berkuasa seperti di Capetown di Afrika Selatan, Chennai di India, Kolombo di Srilangka dan di Nagasaki, Jepang. Menurut Mona, Batavia sebagai pusat administrasi VOC di Timur menjadikannya titik silang arus korespondensi antara berbagai pos dagang VOC di Asia dan Afrika.

“Waktu Batavia dijadikan ibukota pemerintah kolonial Hindia-Belanda, maka semua dokumen VOC sampai dengan periode Hindia Belanda juga terdapat di Jakarta,” kata dia yang ditemui Historia di kantor ANRI, Jl. Ampera Raya No. 7, Cilandak, Jakarta Selatan awal Februari lalu.

Secara umum, arsip VOC yang tersimpan di ANRI itu dibagi ke dalam dua kategori: pertama, arsip yang diciptakan dan dahulu disimpan di Kastel Batavia, bekas kantor pusat VOC di Asia. Bagian ini meliputi arsip Pemerintah Agung (Gubernur-Jenderal serta para Anggota Dewan Kotapraja Belanda di Asia). Kedua, arsip pribadi maupun lembaga-lembaga publik di Batavia.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 35 Tahun 3
Kuliner Nusantara Rasa dan Cerita
Kali ini kami menyajikan kisah tentang makanan, tentang citarasa nusantara yang merentang sejak zaman dahulu kala. Tak hanya tentang masakan..
 
Seorang petugas di Arsip Nasional RI sedang memeriksa kotak-kotak penyimpanan arsip VOC.
Foto
Seorang petugas di Arsip Nasional RI sedang memeriksa kotak-kotak penyimpanan arsip VOC.
Foto