Pilih Bahasa: Indonesia
8 Februari 1930

Gerakan De Stuw

Gerakan intelektual Belanda yang progresif ini didukung orang Indonesia, namun ditolak orang Belanda.
 
Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook (kanan).
Historia
pengunjung
3.4k

Sejumlah intelektual Belanda yang progresif di Hindia Belanda mendirikan gerakan politik dan budaya yang dikenal dengan nama De Stuw (Gerakan Maju). De Stuw diambil dari nama majalah yang mereka terbitkan. Nama resminya adalah “Perkumpulan untuk mendukung pembangunan sosial dan politik Hindia Belanda.” Anggotanya tidak banyak dan semuanya berbangsa Belanda.

Menurut Bernard Vlekke dalam Nusantara: Sejarah Indonesia, perkumpulan ini dibentuk sebagai oposisi terhadap Vanderlandsche Club (Perserikatan Patriot), organisasi konservatif di Hindia Belanda yang menginginkan penguatan kekuasaan Belanda atas seluruh Hindia.

De Stuw mendapat dukungan dari kalangan bangsa Indonesia, sementara bangsa Belanda kebanyakan menolaknya.

Namun, beberapa anggota dari De Stuw di kemudian hari malah menjadi lawan bangsa Indonesia. Mereka adalah tokoh-tokoh penting Belanda pada masa revolusi: Hubertus Johannes van Mook menjabat Letnan Gubernur Jenderal, Jan Anne Jonkmann dan Johann Logemann, keduanya menjabat Menteri Urusan Negeri Jajahan.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Komentar anda
Terpopuler
6
20 Februari 1927 | Jong Indonesia Berdiri
7
11 Februari 1899 | Teuku Umar Wafat
8
27 Februari 1942 | Pertempuran Laut Jawa
9
8 Februari 1930 | Gerakan De Stuw
10
17 Februari 1674 | Gempa dan Tsunami di Maluku
Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook (kanan).
Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook (kanan).