Pilih Bahasa: Indonesia
Kronika
1 Januari 1800
Kongsi Dagang Belanda (VOC) secara resmi dibubarkan. Wilayah-wilayahnya kemudian jadi milik pemerintah Belanda.
2 Januari 1962
Presiden Sukarno selaku Panglima Besar Komando Operasi Tertinggi Pembebasan Irian Barat (KOTI Pemibar) mengeluarkan surat keputusan presiden mengenai pembentukan Komando Mandala dengan tugas khusus membebaskan Irian Barat.
3 Januari 1946
Kementerian Agama dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 1/SD/1946 dengan menteri agama pertama H. Rasjidi dari Masyumi.
4 Januari 1959
Diadakan pertemuan di rumah Anwar Tjokroaminoto antara anggota Liga Muslimin, Masyumi, dan Partai Persatuan Tarekat Indonesia. Hasilnya, mereka bersepakat dan bertekad untuk terus memperjuangkan Islam sebagai dasar negara melalui Konstituante. Tekad mereka bukan hanya gagal; Konstituante sendiri kemudian dibubarkan Presiden Sukarno.
5 Januari 1973
Dideklarasikan Partai Persatuan Pembagunan (PPP), hasil fusi empat partai Islam: Partai Nadhlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti. Fusi ini merupakan bagian dai kebijakan penyederhanaan partai pemerintan Soeharto.
6 Januari 1784
Pasukan meriam Yang Dipertuan Muda Raiu IV Raja Haji berhasil meledakkan kapal komando Malaka Welvaren tatkala mendaratkan 102 serdadu Belanda untuk menguasai Riau. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Kota Tanjungpinang.
7 Januari 1907
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo lahir di Cepu, sebuah kota kecil di Jawa Timur. Dia membentuk gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dengan tujuan mendirikan Negara Islam Indonesia. (Baca: Detik-detik Terakhir Kartosoewirjo, majalah Historia, No 6 tahun 1, 2012).
8 Januari 1515
Dalam suratnya kepada raja Portugis, Jorge d’Albuquerque menyebut tiga orang dari Jawa yang membahayakan penguasaan Portugis atas Malaka, yakni pate Quitis (pate Kadir, kepala suku Jawa di Malaka), pate Amoz (pate Unus), dan Pate Rodym (Raden Patah).
9 Januari 1953
Didirikan organisasi prodesi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Lembang, Jawa Barat.
10 Januari 1966
Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) berdemonstrasi menyampaikan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat): bubarkan PKI, retool Kabinet Dwikora, dan turunkan harga/perbaikan ekonomi.
11 Januari 1942
Jepang mendaratkan pasukannya di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk menguasai instalasi minyak. Mereka menyerang pasukan Belanda yang akhirnya menyerah kalah. Tarakan menjadi daerah pertama di Indonesia yang diserbu tentara Jepang.
12 Januari 1856
Terbit perdana koran berbahasa Melayu pertama di Nusantara bernama Soerat Kabar Bahas Melaijoe, terbit di Surabaya, menggunakan bahasa Melayu pasar dengan sebagian besar isinya iklan perniagaan.
13 Januari 1965
Ratusan anggota PKI dan BTI menyerang anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) yang sedang melakukan latihan di Desa Kanigoro, Kediri, Jawa Timur. Setelah bentrok, anggota PII digiring ke kantor polisi dan ditahan dengan tuduhan kontrarevolusioner.
14 Januari 1808
Herman Willem Daendels menjabat gubernur jenderal di Hindia Belanda. Jejak monumentalnya adalah jalan raya Anyer-Panarukan atau dikenal sebagai Jalan Raya Pos.
15 Januari 1962
Terjadi Pertempuran Laut Aru. Tiga kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Matjan Tutul, KRI Matjan Kumbang, dan KRI Harimau, baku-tembak dengan tiga kapal perang Angkatan Laut Belanda, Eversten, Kortenaer, dan Utrecht, yang didukung pesawat tempur Neptune dan Firefly. KRI Matjan Kumbang dan KRI Harimau berhasil meloloskan diri, sedangkan KRI Matjan Tutul yang ditumpangi Komodor Jos Soedarso dibombardir dan akhirnya tenggelam. Ketiga kapal TNI AL sedang melaksanakan tugas rahasia dalam rangka merebut Irian Barat, namun ternyata terlacak armada Belanda.
16 Januari 1904
Dewi Sartika mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan di Jawa Barat. Semula bernama Sekolah Istri, lalu diubah menjadi Kautamaan Isteri.
17 Januari 1948
Penandatanganan perjanjian Renville di atas kapal USS Renville. Isinya mengenai gencatan senjata dan pembentukan Republik Indonesia Serikat.
18 Januari 1960
Bertempat di lapangan Banteng, Jakarta, dilakukan peresmian berdirinya Kodam V Jayakarta. Kolonel Umar Wirahadikusumah dilantik sebagai Panglima Kodam V Jayakarta yang pertama.
19 Januari 1947
Menteri Kemakmuran AK Gani membentuk Planning Board (Badan Perancang Ekonomi). Badan ini bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2-3 tahun. Perencanaannya untuk mengkoordinasikan dan merasionalisasi semua cabang produksi dalam bentuk badan hukum.
20 Januari 1962
Laksamana Muda Udara Omar Dani diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara menggantikan Laksamana Udara Suryadharma.
21 Januari 1985
Pengeboman Candi Borobudur oleh sekelompok Islam radikal. Pelakunya dua bersaudara Abdulkadir bin Ali Alhabsyi dan Husein bin Ali Alhabsyi. Jaksa menuduh tindakan itu sebagai aksi balas dendam terhadap peristiwa Tanjung Priok tahun 1984 yang menewaskan puluhan muslim.
22 Januari 1974
Surat izin terbit (SIT) koran Indonesia Raya dicabut Departemen Penerangan. Sejak itu, koran asuhan Mochtar Lubis ini tak terbit lagi dan hanya hidup dalam ingatan para pembacanya.
23 Januari 1949
Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru atas nama Konferensi Asia di New Delhi menuntut dipulihkannya Republik Indonesia ke keadaan semula, tentara Belanda ditarik mundur, serahkan kedaulatan kepada rakyat Indonesia, dan perluas wewenang Komisi Tiga Negara.
24 Januari 1953
Diluncurkan kali pertama KRI Dewa Ruci, kapal yang kemudian melakukan muhibah keliling dunia membawa misi diplomasi. Kapal tiang tinggi dari kelas Barquentine ini dibangun di HC Stulchen and Sohn di Hamburg, Jerman Barat, pada 1952.
25 Januari 1949
Terjadi kontak senjata pertama antara TNI dengan DI/TII, ketika pasukan Divisi Siliwangi melakukan long march kembali ke Jawa Barat dari Jawa Tengah.
26 Januari 1979
Kepala Staf Angkatan Udara Ashadi Tjahjadi memberikan surat hibah hari lahir Indonesian Airways kepada Wiweko Soepono, pemimpin Garuda Indonesian Airways. Ini kemudian dijadikan sebagai hari jadi maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
27 Januari 1947
Terjadi apa yang dikenal sebagai Peristiwa Perjuangan Merah Putih di Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Para pejuang, yang tergabung dalam Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI), merebut kekuasaan dari tangan Belanda. Perjuangan berhasil. Kota Sangasanga berhasil dikuasai, yang ditandai dengan penurunan bendera Belanda.
28 Januari 1892
Pemerintah Belanda mendirikan Landarchief, lembaga kearsipan. Dikukuhkan pula jabatan landarchivaris yang bertanggungjawab memelihara arsip-arsip pada masa VOC dan kemudian masa pemerintahan Hindia Belanda. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengambil-alihnya, yang kini dikenal sebagai Arsip Nasional.
29 Januari 1819
Stamford Raffles, kala itu gubernur jenderal Inggris di Bengkulu, mendarat di Singapura. Setelah membeli daerah itu dari Sultan Johor, bendera Inggris berkibar. Dalam tempo singkat dia berhasil membangun Singapura sebagai pelabuhan bebas.
30 Januari 1950
Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) bersama perserikatan Perhimpunan-perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan Corps Mahasiswa (CM) mengajukan surat bersama kepada menteri Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan agar para mahasiswa dikerahkan untuk menjadi pengajar agar menampung kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan pengajaran setelah periode perjuangan fisik 1945-1949.
31 Januari 1926
Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) didirikan di Surabaya, merujuk pada keputusan pembentukan Komite Hijaz, delegasi yang akan berangkat ke kongres di Mekah sebagai tandingan Kongres Kilafah di Kairo yang mengundang Muhammadiyah dan Sarekat Islam. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dipimpin KH Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar.