top of page

Tiga Versi Asal Usul Warung Buncit

Di masa lalu, Warung Buncit menjadi tempat berbaurnya masyarakat Betawi dengan Tionghoa. Mereka hidup rukun tanpa mepermasalahkan ras apalagi agama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Spanduk pemberitahuan perubahan nama jalan. Foto: Randy Wirayudha/Historia.

1 Feb 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul 2025

SETELAH mendapat penentangan dari warga Betawi, akhirnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan sementara sosialisasi pergantian nama Jalan Mampang Prapatan dan Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, menjadi Jalan Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution. Bahkan, Anies berencana mengubah keputusan gubernur yang mengatur soal pedoman nama jalan agar bisa lebih melibatkan pertimbangan berbagai kalangan.


Penolakan warga Betawi atas perubahan nama jalan itu terkait nama Warung Buncit yang menyimpan memori kolektif warga Jakarta. Setidaknya ada tiga versi mengenai asal usul Warung Buncit.


Versi pertama dicatat sejarawan dan wartawan senior Alwi Shahab dalam bukunya, Robinhood Betawi, berdasarkan penuturan Haji Irwan Sjafi’ie, ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, yang pernah menjadi lurah selama 24 tahun di tiga kelurahan di Jakarta Selatan. Di masa lalu, Jalan Warung Buncit menjadi tempat berbaurnya masyarakat Betawi dengan Tionghoa. Mereka hidup berdampingan tanpa mempermasalahkan ras apalagi agama.


Menurut Irwan sejak dulu warga Betawi dan Tionghoa hidup rukun. Sampai tahun 1960-an di tiap lorong dan tempat di Jakarta terdapat pedagang Tionghoa. Mereka membuka warung dan berdagang bahan pokok termasuk rempah-rempah. Masyarakat tidak pernah mempersoalkan kehadiran mereka.


“Bahkan, kata Irwan, banyak nama warung yang kemudian terkenal sebagai nama tempat hingga saat ini. Seperti Jl Warung Buncit, karena Cina pemilik warung di sini perutnya gendut alias buncit. Nama Warung Pedok di Tebet, karena Cina pemilik warung kakinya dengdek (pedok),” tulis Alwi.


Alwi mendapat informasi letak warung itu dari warga setempat, HA Mas’ud Mardani, yaitu di antara Jalan Mampang Prapatan XIV dan XIII yang kini menjadi bangunan empat lantai milik Yayasan Madrasah Sa’adutdarain. “Sekalipun warung dan pemiliknya sudah lenyap, nama Warung Buncit sampai kini tetap melekat,” tulis Alwi di Republika, 24 Juli 2005.


Versi kedua yang “serupa tapi tak sama” terdapat dalam buku 212 Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe karya Zaenuddin HM. Disebutkan bahwa nama Warung Buncit berasal dari warung milik seorang Tionghoa bernama Bun Tjit, bukan badannya yang buncit.


Versi ketiga yang berbeda diceritakan Yahya Andi Saputra, budayawan dari Betawi Kita. Menurutnya, asal-muasal Warung Buncit merujuk pada bahasa Betawi arkais (kuno) yang artinya pos paling ujung atau paling belakang yang ditempati pasukan Kesultanan Mataram dalam penyerbuan ke Kastil Batavia (1628-1629).


“Yang menceritakan ada orang Tionghoa yang buka warung kelontong perutnya buncit, itu ilmu ‘Kirata’, ilmu dikira-kira supaya nyata. Cerita fiktif belaka. Warung itu kalau dalam bahasa Betawi arkais, artinya pos, tempat ngaso (istirahat) atau tempat atur strategi. Buncit itu menunjuk nama tempat yang paling belakang. Jadi Warung Buncit artinya pos paling belakang untuk konsentrasi pasukan dalam pengepungan Kastil Batavia,” tutur Yahya kepada Historia.


Terkait dua versi sebelumnya, Yahya menganggap itu hanya cerita fiktif yang diceritakan setiap hari agar kemudian seolah-olah cerita itu ada dan benar adanya dan dipercayai sampai sekarang. “Cerita yang katanya pemilik warung (perutnya) buncit, itu kan cerita fiktif. Ya, kalau kita sekarang seperti cerita Harry Potter,” pungkasnya.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
transparant.png
bottom of page