Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Mengatasi Kisruh Taksi

Sejak kemunculannya, taksi yang terdaftar harus bersaing melawan taksi gelap. Bagaimana pemerintah mengatasinya?
 
Ribuan pengendara taksi berunjuk rasa menuntut taksi online dibubarkan.
Foto
Historia
pengunjung
6.2k

Ribuan sopir taksi konvensional dan angkutan umum menggelar unjuk rasa besar-besaran di Jakarta belum lama ini. Mereka menuntut pemerintah menutup layanan angkutan berbasis daring (online) dengan alasan “liar” alias ilegal karena tak memenuhi regulasi transportasi. Unjuk rasa serupa digelar di beberapa daerah.

Danang Parikesit, guru besar Transportasi Universitas Gadjah Mada yang juga ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, melihat adanya kompetisi yang hilang. Layanan baru berbasis daring seolah dipaksakan ikut dalam regulasi yang sudah ada.

“Ini beda struktur, tarif; model bisnisnya juga beda,” ujarnya kepada Historia.

Taksi berplat kuning memang lebih terkena beban biaya akibat regulasi pemerintah. Dari seragam supir, database supir, sertifikasi supir, pangkalan taksi, pemeliharaan, uji layak kendaraan (KIR), hingga kewajiban pajak. Ini pula yang jadi alasan tarifnya menjadi lebih mahal dibandingkan “taksi” berplat hitam.

Banyak penumpang lalu pindah ke layanan aplikasi. Tarifnya lebih murah dan pelayanannya lebih baik. Gengisnya pun meningkat; serasa naik mobil pribadi. Akibatnya, sopir taksi konvensional mengeluhkan penghasilannya yang berkurang.

“Tapi siapa tahu nanti menjadi lebih murah dengan masuknya pesaing baru. Ingat nggak dulu ketika operator-operator seluler semakin banyak, tarifnya kan juga jadi semakin turun,” kata Danang.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Ribuan pengendara taksi berunjuk rasa menuntut taksi online dibubarkan.
Foto
Ribuan pengendara taksi berunjuk rasa menuntut taksi online dibubarkan.
Foto