Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 3

Litograf Batavia Acuan Awal Jakarta

J.W. Heydt tekun melukis Batavia pada era 1737-1740. Karya litografnya dapat menjadi acuan bagaimana awal kota Jakarta.
 
Litograf Kastil Batavia karya J.W. Heydt.
Foto
Historia
pengunjung
2.6k

Heydt dan Jakarta

Setelah perselisihan dengan Banten, VOC membangun sebuah kota Batavia. VOC meluruskan sungai Ciliwung untuk pembangunan kanal. Di atas tanah reklamasi, yang sekarang bernama Jalan Pintu Besar Utara, dibangun sebuah gereja yang kemudian dibongkar dan dibangun gereja baru dengan nama Nieuwe Hollandsche Kerk atau Gereja Kubah pada 1736.

Heydt membuat rancangan gereja itu yang sekarang tersimpan di Museum Fatahillah Jakarta. Dia juga melukis secara rinci gereja itu dari tampak depan dan denah lantai dasarnya.

Selain itu, dia melukiskan suasana Batavia yang begitu asri. Jalannya lebar dan lengang. Aliran sungai Ciliwung yang melintas di tengah kota lebar dan bersih. Suasana itu tercermin dalam karyanya berjudul “Gereja Portugal di Luar Kota” –kini Gereja Sion di Jalan Jayakarta.

Selain menggambar bangunan dan suasana kota Batavia, Heydt kerap memasukkan figur dalam gambarnya. Dengan gambar ini kita dapat mengetahui cara berpakaian orang-orang saat itu; Orang Tionghoa dan bumiputera dengan pakaian tradisional masing-masing, orang Belanda dengan gaya Eropanya.

Heydt juga memenuhi tugas untuk membuat peta kota Batavia yang dilakukannya tahun 1939. Karya-karya Heydt selalu menjadi acuan para sejarawan untuk mengetahui Batavia tempo dulu.

Dalam Ensiklopedi Jakarta tercatat, sejarah litografi dimulai saat VOC mulai membutuhkan pelukis untuk keperluan eksplorasi dan dokumentasi. Terlebih sesudah berhasil merebut Malaka, Makassar, Cirebon, dan Banten dalam paruh kedua abad ke-17. Dalam abad berikutnya, digiatkan kerja topografi dengan dokumentasi tentang pantai-pantai, benteng-benteng, dan rumah-rumah pedesaan. Untuk keperluan itu, pelajaran menggambar diberikan di Sekolah Angkatan Laut (didirikan di Batavia tahun 1743). Antara tahun kedua dan ketiga, para siswa harus berlayar menjelajahi Nusantara dan membawa pulang laporan, dilengkapi gambar pantai dan benteng yang mereka lihat.

“Litograf mempunyai nilai penting. Dari gambarnya kita dapat melihat kondisi suatu daerah atau bangunan tempo dulu untuk dijadikan acuan saat ini,” kata Hauw Ming.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Litograf Kastil Batavia karya J.W. Heydt.
Foto
Litograf Kastil Batavia karya J.W. Heydt.
Foto