Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Litograf Batavia Acuan Awal Jakarta

J.W. Heydt tekun melukis Batavia pada era 1737-1740. Karya litografnya dapat menjadi acuan bagaimana awal kota Jakarta.
 
Litograf Kastil Batavia karya J.W. Heydt.
Foto
Historia
pengunjung
3.2k

Karena kebutuhan lokasi untuk perbaikan kapal-kapalnya, Kongsi Dagang Belanda (VOC) menyewa sebuah pulau dari Pangeran Jayakarta. Masyarakat sekitar menyebutnya Pulau Kapal. Orang Belanda menamainya Onrust yang berarti “Tak Pernah Beristirahat”.

Onrust memang menjadi tempat yang sibuk. Bukan hanya untuk memperbaiki kapal, VOC sesekali membuat kapal-kapal kecil karena kekurangtersediaan bahan baku dan tenaga. Onrust juga jadi tempat transit bagi kapal-kapal VOC, yang kemudian membangun gudang-gudang penyimpanan.

“Sampai saat itu, sebelum pendirian Batavia pada 1619, kapal-kapal terlindungi di teluk Jayakarta dan Maluku, tapi Inggris menghancurkan fasilitas-fasilitas di teluk Jayakarta di pulau kecil Onrust. Fasilitas-fasilitas itu sebagian dibangun kembali, tapi pada 1629 infrastruktur ini lagi-lagi tak dapat digunakan karena serangan Jawa, dengan siapa VOC berperang waktu itu. Akhirnya Onrust akan berkembang menjadi pusat perawatan utama,” tulis Robert Parthesius dalam Dutch Ships in Torpical Waters.

Untuk mencegah serangan, VOC membangun benteng pertahanan yang cukup besar.

Pada 1740, JW Heydt yang jadi juru gambar untuk Gubernur Jenderal Valkeneir melukis situasi atau denah Pulau Onrust yang dikelilingi sebuah benteng yang cukup besar. Lebih dari dua abad kemudian, pada 1982, Adolf J. Heuken SJ, seorang paderi Katolik kelahiran Jerman, menampilkan karya Heydt dalam bukunya Historical Sites of Jakarta.

Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta, yang sejak mula tertarik mengungkap sejarah Pulau Onrust, terdorong untuk melakukan penggalian arkeologis. Proyek penggalian pertama pada Mei 1983 bertujuan mencari pondasi atau tembok benteng. “Yang menarik dari lukisan tersebut ialah gambar (denah) benteng di pulau tersebut,” tulis Laporan Penggalian Arkeologis Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, yang diterbitkan 1985.

Penggalian dilakukan selama 12 hari, sebuah waktu yang singkat. Hasilnya, sebuah temuan salah satu pondasi/tembok benteng yang dalam denah lukisan Heydt diketahui sebagai gudang peluru dan pos keamanan. Karena waktu terbatas, tim melakukan penggalian lanjutan.

“Itulah kenapa karya-karya Heydt menjadi cukup penting,” kata Hauw Ming, seorang kolektor yang menyimpan karya-karya litogaf JW Heydt .

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Litograf Kastil Batavia karya J.W. Heydt.
Foto
Litograf Kastil Batavia karya J.W. Heydt.
Foto