Pilih Bahasa: Indonesia
Rumah susun (3)

Flat dari Negeri Ratu Elizabeth

Indonesia kerja sama dengan Inggris membangun flat percontohan. Hasil evaluasi cukup baik, flat pun masuk program pembangunan bidang perumahan rakyat.
 
Rumah susun tipe Meksiko di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Foto
Historia
pengunjung
775

RUSUN tak termasuk dalam program prioritas pemerintah pusat. Teknologi dan biaya pembangunan rusun di luar kemampuan pemerintah pusat. Maka Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) menjajaki kerja dengan Building Research Establisment (BRE), perusahaan konstruksi pemerintah Kerajaan Inggris pada 1975. Hasilnya, PUTL dan BRE sepakat membangun flat percontohan empat lantai di Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Indonesia dan Inggris merencanakan flat itu berjumlah 40 unit. Terbagi dua blok. Satu blok berisi 24 unit seluas 48 meter persegi (tipe 48) dan satu blok lagi terdiri atas 16 unit seluas 70 meter persegi (tipe 70).

“Ini merupakan pembangunan contoh perumahan kota dan pilot project Direktorat Perumahan Departemen PUTL,” tulis Kompas, 29 Agustus 1975.

Biaya pembangunan flat senilai Rp252.112.000 berasal dari dana patungan Indonesia dan Inggris. Indonesia mengambil dana pembangunan flat dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara, sedangkan Inggris menyalurkan dana Rp90.000.000 melalui Kementerian Pembangunan Seberang Lautan.

Pembangunan flat menggunakan teknologi BRE-cast. Tenaga ahli merakit panil-panil beton bertulang setebal 12-15 centimeter dengan berat 2-3 ton. Lalu mereka menyusunnya hingga membentuk unit kotak-kotak flat. Untuk menyambung panil, tenaga ahli mengelas besi tulangannya.

Dengan teknologi BRE-cast, biaya pembangunan flat tipe 48 sebesar Rp50.000 tiap meter persegi. Maka total biaya untuk membangun satu unit flat tipe 48 mencapai Rp2.400.000. Jauh lebih mahal dua kali lipat dari biaya membangun satu rumah sederhana Perumnas di Depok. Menurut Inggris, mahalnya biaya pembangunan sebanding dengan kualitas dan daya tahan flat. Keunggulan lain berupa kemudahan pemeliharaan.

Pembangunan flat selesai pada awal 1977. Archibald Ford, duta besar Inggris, dan Sutami, menteri PUTL, meresmikan penggunaan flat pada Maret 1977. Penghuninya mulai masuk. Semuanya pegawai PUTL. Sebab flat ini proyek percontohan Departemen PUTL. Jika proyek percontohan ini berhasil, pemerintah bertekad mengembangkannya untuk masyarakat luas.

Setahun berlalu, pemerintah pusat mengevaluasi pengadaan flat Pasar Jumat. Hasilnya cukup baik. Maka flat masuk program Repelita III bidang perumahan rakyat. Pemerintah berharap flat mampu menjawab kerisauan masyarakat berpenghasilan rendah akan rumah. Untuk tugas ini, pemerintah pusat menunjuk Cosmas Batubara sebagai menteri muda urusan perumahan rakyat. Inilah kali pertama urusan perumahan terpisah dari kementerian pekerjaan umum.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Rumah susun tipe Meksiko di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Foto
Rumah susun tipe Meksiko di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Foto