- 23 Jan 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 28 Jul
Abang becak, abang becak di tengah jalan
Cari muatan untuk mencari makan
Putar-puter, putar-puter kaki mengayuh
Pergi jauh keringat pun lalu jatuh...
Sebait lirik lagu Abang Becak yang dipopulerkan Iin dan Bimbo di atas, mengingatkan kita kepada becak sebagai angkutan umum yang melintas zaman, tak hanya di ibukota tapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Belakangan, muncul wacana untuk menghidupkan lagi becak yang selama ini termarjinalkan, khususnya di Jakarta.
Sebagaimana diketahui, kemunculan becak mulai marak sejak 1936. Namun, pada medio 1970, angkutan beroda tiga yang digerakkan dengan tenaga manusia ini mulai dilarang beroperasi ibukota oleh Gubernur Ali Sadikin.
Bukan hanya becak yang sempat marak namun perlahan menghilang. Enam moda angkutan ini juga tinggal kenangan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












