Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 4

Asal-usul Pangeran Samber Nyawa

Sumber-sumber Jawa primer menyingkap di balik julukan menggetarkan yang disandang salah satu pemimpin militer paling berbakat dan berpengalaman sepanjang sejarah Jawa.
 
Lukisan Perang Jawa (1741-1743).
Foto
Historia
pengunjung
19.3k

Anumerta

Pada 28 Desember 1795 (atau Senen-Pon, 16 Jumadilakir, windu Adi, wuku Pahang, mongsa Kapitu, tahun Jimakir 1722), Pangeran Mangkunagara I wafat di dalemnya di Surakarta. Dia dimakamkan di Mangadeg, di lereng Gunung Lawu.

Sesudah wafat, raja-raja Jawa dan tokoh-tokoh besar lain diberi sebutan anumerta. Kapan dan bagaimana cara untuk memilih sebutan itu tidaklah jelas. Dalam kasus Mangkunagara I, ada pilihan yang gampang.

Mangkunagara I seorang prawira sejati, yang memiliki karier perang gemilang. Jadi untuk sebutan anumerta dipilih nama objek terkenal, yang mendampinginya dalam perang, dianggap memiliki kekuatan gaib, dan dikenal di seluruh Jawa –baik oleh pengikut-pengikut Sang Pangeran maupun musuh-musuhnya– sebagai tanda pribadi tokoh luar biasa ini. Panji perangnya bernama Samber Nyawa. Dengan demikian, Pangeran Mangkunagara I almarhum menjadi Pangeran Samber Nyawa. Nama itu menjadi legendaris dan tetap termasyur sampai sekarang; 222 tahun sesudah wafatnya Pangeran Mangkunagara I.

Penulis adalah profesor emeritus di Australian National University dan penulis banyak artikel maupun buku mengenai sejarah Indonesia. Buku terbarunya, biografi Pangeran Mangkunagara I berjudul Soul Catcher: Java’s fiery prince Mangkunagara I, 1726-1795 akan diterbitkan tahun 2018. Edisi bahasa Indonesia sedang direncanakan.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Terpopuler
Lukisan Perang Jawa (1741-1743).
Foto
Lukisan Perang Jawa (1741-1743).
Foto