Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Sukarno dalam Secangkir Kopi

Mengisahkan hidup Sukarno dari muda sampai Indonesia merdeka. Ada fakta sejarah yang salah.
 
Judul: Soekarno | Sutradara: Hanung Bramantyo | Skenario: Ben Sihombing dan Hanung Bramantryo | Pemain: Ario Bayu, Lukman Sardi, Tanta Ginting, Maudy Koesnaedi, Tika Bravani | Produksi: MVP Picture, Mahaka Picture, Dapur Films | Rilis: 11 Desember 2013.
Historia
pengunjung
8.1k

Alunan mendayu lagu Terang Bulan dari piringan hitam meninabobokan Mr Sujudi (diperankan Budiman Sujatmiko), ketua Partai Nasional Indonesia cabang Jawa Tengah. Sesaat kemudian terdengar langkah kaki dan gedoran pintu. Sujudi masih terlelap sambil mendekap guling. Istrinya membangunkannya. Sujudi pontang-panting’ mematikan piringan hitam dan menyembunyikan buku-buku, salah satunya tentang marxisme.

Sejurus kemudian dia membuka pintu; seorang opsir Belanda mencari Sukarno –dalam otobiografinya, Sukarno menyebut Gatot Mangkupradja yang membuka pintu. Sujudi mengelak. Namun Sukarno (dilakonkan Ario Bayu) justru keluar dan ditangkap bersama Gatot Mangkupraja (dimainkan Agus Kuncoro). Mereka dijebloskan ke penjara Banceuy, Bandung. Penangkapan itu terjadi pada 29 Desember 1929 di Yogyakarta. Selama di penjara, istri Sukarno, Inggit Garnasih (diperankan Maudy Koesnaedi) kerap mengunjunginya.

Alur film kembali ke masa muda Sukarno: pergantian nama dari Kusno menjadi Sukarno karena sakit-sakitan, berpacaran dengan gadis Belanda, dan sekolah sambil mondok di rumah Tjokroaminoto, ketua Sarekat Islam, di Gang Peneleh Surabaya bersama dua kawannya yang kelak memilih jalan berbeda: Musso dan Kartosuwiryo.

Adegan masuk ke bagian Tjokroaminoto berpidato. Sukarno duduk di belakangnya. Pidatonya menggelegar dan membakar semangat Sukarno sehingga dia meremas-remas lutut dan mengepalkan tangan. Cerita lalu melompat ke pidato Sukarno sebagai ketua PNI yang membuatnya ditahan di Banceuy, Sukamiskin, Ende, lalu Bengkulu.

Di Bengkulu, dia menjadi guru sekolah Muhammadiyah dan bertemu gadis muda, Fatmawati (dimainkan Tika Bravani), yang kemudian dinikahinya setelah menceraikan Inggit. Porsi cerita hubungan Sukarno, Fatmawati, dan Inggit cukup panjang dan menarik. Sampai di sini, cerita terbangun dengan baik dan menarik; penonton terhibur dan sesekali tertawa.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Judul: Soekarno | Sutradara: Hanung Bramantyo | Skenario: Ben Sihombing dan Hanung Bramantryo | Pemain: Ario Bayu, Lukman Sardi, Tanta Ginting, Maudy Koesnaedi, Tika Bravani | Produksi: MVP Picture, Mahaka Picture, Dapur Films | Rilis: 11 Desember 2013.
Judul: Soekarno | Sutradara: Hanung Bramantyo | Skenario: Ben Sihombing dan Hanung Bramantryo | Pemain: Ario Bayu, Lukman Sardi, Tanta Ginting, Maudy Koesnaedi, Tika Bravani | Produksi: MVP Picture, Mahaka Picture, Dapur Films | Rilis: 11 Desember 2013.