Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Romansa dari Masa Prahara

Usaha membangun narasi alternatif dari sejarah yang pernah digelapkan. Menghibur sekaligus menimbulkan banyak pertanyaan.
Judul: Surat dari Praha. Sutradara: Angga Dwimas Sasongko. Produser: Angga Dwimas Sasonggo, Anggia Kharisma, Handoko Hendroyono, Chicco Jerikho. Produksi: Visinema Picture. Pemain: Tio Pakusadewo, Julie Estelle, Rio Dewanto. Rilis: 28 Januari 2016. Durasi: 94 menit.
Historia
pengunjung
2.1k

FILM ini dibuka dengan sebuah adegan yang sedikit mengganjal hati: Jaya (Tio Pakusadewo), eksil yang bermukim di Praha, masih harus bekerja pada usia senja. Tapi baiklah, mungkin latar belakang periode film ini menceritakan ketika Jaya masih berusia di bawah 60 tahun, usia pensiun sebagaimana umumnya warga di Ceko yang lahir sebelum 1950, berdasarkan peraturan yang dibuat oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial di Republik Ceko, Ministerstvo práce a sociálních vÄ›cí.

Maka, sosok Jaya pun digambarkan silih berganti: ulang-alik antara lelaki gagah perkasa dan seorang renta yang dimakan usia. Penggambarannya sebagai lelaki tua terlihat ketika pinggangnya keseleo saat mengikuti gerakan menari dan berjalan tertatih ditopang tongkat. Selain tentu saja uban kelabu yang menghiasi rambutnya.

Dari tempat kerjanya di gedung opera, Jaya menjemput Bagong, anjing kesayangannya. Bersama anjing jenis labrador retriever itu, Jaya berjalan tanpa bantuan tongkat. Entah tertinggal di mana tongkatnya. Pada adegan berikutnya, selang seling tongkat itu kadang digunakan, kadang tidak. Kalau penggambaran sosok di dalam film membutuhkan konsistensi, inilah kekhilafan pertama dari film besutan Angga Dwimas Sasongko, sutradara muda yang sedang berkemilau namanya itu.

Adegan lain yang cukup mengganjal adalah saat Larasati (Julie Estelle) tertidur di sofa, sementara Jaya setengah sadar karena mabuk, memandanginya seraya duduk. Bayangannya lari ke wajah Sulastri (Widyawati), kekasih Jaya di masa lalu, ibu kandung Larasati. Alih-alih wajah Lastri muda yang muncul dalam lamunan Jaya, malah Lastri tua yang hadir pada rupa Larasati. Seakan-akan Jaya merekam ingatannya terhadap Lastri dalam keadaan terkini: seorang ibu yang tak lagi muda sebagaimana yang ditemuinya dua puluh tahun sebelumnya.

Seperti ranjau yang tak tentu tempatnya, film ini dipenuhi kejutan. Satu contoh insiden permen merk kiss, buatan Indonesia, yang dituangkan ke dalam jambangan kaca pada sebuah bar di kota Praha. Tapi untungnya keberadaan permen itu punya penjelasan: tergambar dalam dialog antara Dewa (Rio Dewanto) dengan Larasati (Julie Estelle) tentang kopi kesukaan Jaya asal Indonesia yang dibawa oleh kawan Dewa dari Jakarta. Dengan kata lain bisa jadi permen itu juga datang sebagai buah tangan.

The devil is in the detail, detil memang serupa iblis. Persis kerikil dalam sepatu. Biar kecil tapi mengganggu. Tentu ini kabar buruk untuk film Surat dari Praha. Lantas apa kabar baiknya? Film yang hampir sepenuhnya berlokasi di Praha itu punya gambar yang menawan. Mungkin karena kemampuan juru kameranya atau pula karena kota tua di Eropa timur itu memang indah. Yang pasti gabungan kesemua itu menimbulkan kesan kuat pada film.

Syair-syair lagu karya Glenn Fredly yang dinyanyikan memberikan nuansa romantisme yang kuat, tanpa harus menjadi film musikal yang mendayu-dayu sendu. Dialog antar pemain, terutama Jaya dengan Larasati, cukup mengesankan sehingga film ini tak perlu flashback untuk menggambarkan apa yang terjadi pada hidup Jaya setelah kudeta 1 Oktober 1965 terjadi di Jakarta. Lewat mulut Jaya, bingkai besar riwayat pergolakan politik era Sukarno ke Soeharto bisa membantu pemahaman penonton yang ahistoris dan kesulitan melekatkan kisah percintaan yang terhalang karena politik ini.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 34 Tahun 3
Murba Partai Terakhir Tan Malaka
Pembahasan mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di..
 
Judul: Surat dari Praha. Sutradara: Angga Dwimas Sasongko. Produser: Angga Dwimas Sasonggo, Anggia Kharisma, Handoko Hendroyono, Chicco Jerikho. Produksi: Visinema Picture. Pemain: Tio Pakusadewo, Julie Estelle, Rio Dewanto. Rilis: 28 Januari 2016. Durasi: 94 menit.
Judul: Surat dari Praha. Sutradara: Angga Dwimas Sasongko. Produser: Angga Dwimas Sasonggo, Anggia Kharisma, Handoko Hendroyono, Chicco Jerikho. Produksi: Visinema Picture. Pemain: Tio Pakusadewo, Julie Estelle, Rio Dewanto. Rilis: 28 Januari 2016. Durasi: 94 menit.