Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Kartini dari Kacamata Masa Kini

Drama berlatarbelakang sejarah nan apik tapi minus riset.
 
Judul: Kartini | Pemain: Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Aushita, Christine Hakim, Reza Rahadian, Dedy Sutomo | Sutradara: Hanung Bramantyo | Produser: Robert Ronny | Produksi: Legacy Pictures, Screenplay Films | Rilis: 19 April 2017.
Historia
pengunjung
1.4k

Jerit tangis gadis cilik memecah keheningan malam. Bentakan kakak lelakinya tak menghentikan tangisnya, malah kian meronta. Ketika seorang kakak lelakinya menggendong paksa, gadis itu melawan dengan menggigit. Sang kakak kesakitan, mengumpat.

Kartini, gadis cilik itu, tak ingin tidur terpisah dari Ngasirah, ibunya (diperankan Nova Eliza). Dia sama sekali tak tahu dan tak peduli aturan di rumah itu yang menentukan Ngasirah menjadi pembantu dan harus tidur terpisah dari suaminya, Adipati Ario Sosroningrat (Dedy Sutomo). Ngasirah turun status setelah Sosroningrat menikahi Raden Ajeng Moeriam (Djenar Maesa Ayu) demi mengejar jabatan bupati.

Adegan perlawanan Kartini kecil itu menempati bagian awal film Kartini besutan sutradara Hanung Bramantyo. Di film, yang beberapa bagiannya menyajikan alur mundur, jiwa perlawanan Kartini sudah tampak semasa kecil.

Belenggu Pingitan

Menginjak dewasa, Kartini harus menjalani masa pingitan. Masa-masa membosankan itu membunuh jiwanya yang bebas, yang dengan apik ditampilkan Dian Sastrowardoyo.

Beruntung, Kartini punya kakak lelaki, Sosrokartono (Reza Rahadian), yang cerdas dan berwawasan luas. Dorongan dan warisan buku darinya memberikan Kartini pintu keluar dari belenggu penjara masa pingitan. Dia juga mulai tertarik dunia tulis. Kepada dua adiknya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayusitha), Kartini menularkan kesukaannya.

Kartini menikmati hari-harinya. Pikirannya menembus dinding aturan adat yang membelenggu hanya karena dia perempuan. Perkenalannya dengan Nyonya Ovink-Soer, istri asisten residen Jepara, membawa keuntungan besar baginya. Atas usaha nyonya Belanda itu Kartini akhirnya mempublikasikan rangkaian kata yang mengantarkan buah pikirannya. Kenalan Kartini pun bertambah. Kartini kemudian karib dengan Stella Zeehandelaar (Rebecca Reijman), feminis Belanda. Kebebasan Stella membuat iri Kartini, yang kemudian bertekad memberikan pendidikan kepada anak-anak agar mereka bisa maju dan lepas dari belenggu rutinitas turun-temurun.

Namun, angan Kartini terbentur aturan adat yang dalam keseharian diterapkan dengan ketat oleh ibu tiri dan dua kakak lelaki tirinya. Dia dianggap menginjak-injak tatakrama yang diwariskan leluhur. Penilaian serupa juga diterima ayah Kartini dari bangsawan-bangsawan Jawa lain.

Pertentangan antara nilai-nilai adat dan modern itulah bumbu utama film ini. Hanung piawai membangun konflik sehingga drama film ini terasa kuat, sukses menggonta-ganti perasaan sedih, lucu, geram, dan semangat penonton. Dan, penempatan klimaks di pengujung film menjadi ending yang sip.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Judul: Kartini | Pemain: Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Aushita, Christine Hakim, Reza Rahadian, Dedy Sutomo | Sutradara: Hanung Bramantyo | Produser: Robert Ronny | Produksi: Legacy Pictures, Screenplay Films | Rilis: 19 April 2017.
Judul: Kartini | Pemain: Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Aushita, Christine Hakim, Reza Rahadian, Dedy Sutomo | Sutradara: Hanung Bramantyo | Produser: Robert Ronny | Produksi: Legacy Pictures, Screenplay Films | Rilis: 19 April 2017.