Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 2

Begum Jaan Menolak Tunduk

Pahit getir pemisahan India-Pakistan dari pandangan seorang germo. Gagal berbunyi justru karena sesak oleh pesan.
 
Judul: Begum Jaan | Sutradara: Srijit Mukerji | Pemain: Vidya Balan, Gauhar Khan, Pallavi Shrada, Mishti, Naseerudin Shah, Chunky Pandey, Ila Arun, Ashish Vidyarthi, Rajit Kapoor, Sumit Nijhawan | Produser: Vishesh dan Mukesh Bhatt | Produksi: Vishesh Films, Shree Venkatesh Films, Play Entertainments | Rilis: April 2017.
Historia
pengunjung
5.2k

Menengok Partisi India 1947

Sosok Begum Jaan yang menjadi sentral film ini bukanlah tokoh nyata. Film ini adalah fiksionalisasi dari beberapa peristiwa yang terjadi semasa Partisi India 1947. Sutradara Srijit Mukerji menggali inspirasi ceritanya dari buku Mottled Dawn: Fifty Sketches and Stories of Partition karya Saadat Hasan Manto, penulis masyur Indo-Pakistan.

Penonton Indonesia yang tak familiar dengan sinema India akan sulit memahami Begum Jaan tanpa menengok peristiwa Partisi India 1947. Krisis dan konflik yang menyertai proses partisi itu berakar dari penentuan garis batas yang tergesa-gesa.

Pada Agustus 1947, pemimpin tertinggi pemerintah Inggris di Hindustan, Sir Lord Mountbatten, mengeluarkan perintah kepada Sir Cyril Radcliffe sebagai ketua Komisi Perbatasan untuk mengurus proses partisi India menjadi dua negara dominion, India dan Pakistan.

Radcliffe hanya memiliki sedikit wawasan tentang geografi dan budaya Hindustan. Dia bahkan baru menginjakkan kaki di India pada 8 Juli 1947. Berdasar pengetahuan ala kadarnya tentang India, Radcliffe menyelesaikan garis batas India-Pakistan dua hari sebelum kemerdekaan India pada 15 Agustus 1947. Provinsi Sindh dengan mayoritas Muslim hampir 73 persen dan Baluchistan dengan hampir 92 persen populasi Muslim ditetapkan sepenuhnya sebagai wilayah Pakistan.

Persoalan muncul di Punjab. Di wilayah ini populasi Muslim, Hindu, dan Sikh relatif setara, sehingga diputuskan untuk dipartisi. Punjab pun terbelah; bagian timur menjadi wilayah India dan bagian barat adalah Pakistan. Demarkasi yang membelah Punjab ini, juga di Bengal, kemudian disebut sebagai Radcliffe Line. Dan segera, krisis menjalar di daerah-daerah yang dilalui garis batas itu.

Begum Jaan bagi sineasnya agaknya dimaksudkan untuk menggugat hal itu. Partisi itu pada akhirnya menjadikan kemerdekaan yang diraih India menjadi semu. Bagi elit politik, kemerdekaan adalah suatu pencapaian luhur. Tapi tidak demikian di mata orang-orang jelata seperti Begum Jaan; kemerdekaan baginya adalah omong kosong.

“Tapi, kita akhirnya merdeka setelah 200 tahun perbudakan oleh Inggris,” kata seorang guru yang mengabarkan berita kemerdekaan ke rumah bordil Begum Jaan.

Begum Jaan hanya menjawab sinis, “Bagi pelacur, semua hari sama saja, Guru. Setelah lampu dimatikan, apa yang terjadi pada kami sama saja.”

“Tapi, ini adalah kemerdekaan negaramu juga,” sanggah si guru.

“Ya. Tapi tanyakan kepada jutaan warga negara ini, adakah yang mau menikahi salah satu perempuan di rumah bordilku?” kilahnya.

Kemerdekaan semu itu kian nyata dan menekan dengan adanya partisi. Selama proses partisi, sekitar 14 juta orang di kedua sisi Radcliffe Line terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka. Yang Muslim pindah ke Pakistan dan yang Hindu menyeberang ke India. Konflik horisontal di antara warga Muslim dan Hindu tak terhindarkan. Sekira sejuta orang meninggal dunia karena penyakit, kelaparan, atau kerusuhan selama eksodus massal ini. Syak wasangka pun timbul dalam hubungan dua negara, yang bertahan hingga bertahun-tahun sesudahnya.

Dengan jitu hal itu digambarkan Srijit Mukerji melalui montase edegan pertikaian, tangis, tatapan-tatapan curiga, dan tentu saja eksodus. Semua itu dilatari lengkingan suara khas Rahat Fateh Ali Khan, musisi Pakistan, dan Sonu Nigam, musisi India, melantunkan nyanyian penuh ejekan atas kemerdekaan yang semu itu.

Tujh ko mubarak teri yeh mitti

Ghar mera hai kahan itna bata

Ah nikli hai yahan, ah nikli hai wahan

Waah ri, waah ri yeh Azaadiyan!

Selamat untuk tanah tempatmu berpijak

Lalu, jelaskan padaku di mana rumahku?

Bravo, kemerdekaan!

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Judul: Begum Jaan | Sutradara: Srijit Mukerji | Pemain: Vidya Balan, Gauhar Khan, Pallavi Shrada, Mishti, Naseerudin Shah, Chunky Pandey, Ila Arun, Ashish Vidyarthi, Rajit Kapoor, Sumit Nijhawan | Produser: Vishesh dan Mukesh Bhatt | Produksi: Vishesh Films, Shree Venkatesh Films, Play Entertainments | Rilis: April 2017.
Judul: Begum Jaan | Sutradara: Srijit Mukerji | Pemain: Vidya Balan, Gauhar Khan, Pallavi Shrada, Mishti, Naseerudin Shah, Chunky Pandey, Ila Arun, Ashish Vidyarthi, Rajit Kapoor, Sumit Nijhawan | Produser: Vishesh dan Mukesh Bhatt | Produksi: Vishesh Films, Shree Venkatesh Films, Play Entertainments | Rilis: April 2017.