Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 4

Sebuah Usaha Mengenal Sultan Hamengku Buwono IX

Kisah Pangeran Henkie dari Keraton Yogyakarta. Tokoh politik yang apolitis, raja Jawa yang pro-Republik.
John Monfries dalam diskusi bukunya, "The Life of Sultan Hamengku Buwono IX of Yogyakarta: A Prince in a Republic" (ISEAS Singapura, 2015) di toko buku Periplus Plaza Indonesia, 7 Mei 2015.
Foto
Historia
pengunjung
3.7k

Melobi Negara Donor

Sebagai politikus yang menghindari konflik politik frontal, HB IX memilih untuk berada di pinggiran arena pertarungan. Monfries menyebut posisi HB IX sebagai ketua BPK di pengujung tahun 1963 adalah cara dia untuk tidak masuk ke dalam kabinet Sukarno di era Demokrasi Terpimpin.

“Dia lebih memilih berada di luar kabinet dan menerima pengangkatannya sebagai ketua BPK kendati dia harus kecewa saat pemerintah tak mengindahkan laporan penyelewengan keuangan di banyak lembaga pemerintah,”ujar Monfries pada halaman 241.

Monfries juga membahas peran penting HB IX sebagai pelobi ke negara-negara donor pascakejatuhan Sukarno. Sebagai menteri koordinator ekonomi dan keuangan di era awal Orde Baru, HB IX bertugas mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Tugasnya terbilang sukses. Pada 1967, Undang-Undang Penanaman Modal Asing diberlakukan untuk mendukung kebijakan investasi Orde Baru.

Sebuah iklan dibuat untuk mengundang negara pemodal tanamkan uangnya di Indonesia. “5 years from now you could be sorry you didn’t read this ad” kata iklan berfoto dan bertandatangan HB IX yang dimuat New York Times, 17 Januari 1969 itu. Dampak iklan tersebut baru terasa berpuluh tahun kemudian: selain menghasilkan pertumbuhan ekonomi, juga membawa Indonesia menjadi negeri “taklukan” modal asing.

Buku ini berhasil memperkenalkan sosok HB IX yang selama ini tak banyak dibuka ke publik. Satu saja yang amat disayangkan tidak dibahas dalam buku ini adalah kehidupan pribadi HB IX dari dalam keratonnya: tentang bagaimana hubungan dengan istri-istrinya; anak-anaknya dan bagaimana seorang raja di dalam istana, pejabat tinggi sebuah negeri menghadapi persoalan di dalam rumah tangganya.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 35 Tahun 3
Kuliner Nusantara Rasa dan Cerita
Kali ini kami menyajikan kisah tentang makanan, tentang citarasa nusantara yang merentang sejak zaman dahulu kala. Tak hanya tentang masakan..
 
John Monfries dalam diskusi bukunya, "The Life of Sultan Hamengku Buwono IX of Yogyakarta: A Prince in a Republic" (ISEAS Singapura, 2015) di toko buku Periplus Plaza Indonesia, 7 Mei 2015.
Foto
John Monfries dalam diskusi bukunya, "The Life of Sultan Hamengku Buwono IX of Yogyakarta: A Prince in a Republic" (ISEAS Singapura, 2015) di toko buku Periplus Plaza Indonesia, 7 Mei 2015.
Foto