Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 3

Percik Modernitas di Asia Tenggara

Modernitas yang menjangkiti budaya di Asia Tenggara awalnya dianggap sebagai ancaman.
Judul: Sonic Modernities in the Malay World: A History of Popular Music, Social Distinction and Novel Lifestyles (1930-2000s) | Penulis: Bart Barendregt (editor) | Penerbit: KITLV | Terbit: 2014 |
Foto
Historia
pengunjung
3.5k

Modernitas

Teknologi, sejak era kolonial awal, berperan besar dan memberi warna bagi masuk dan bertumbuhnya kemodernan dalam khazanah budaya di Asia Tenggara. Drum Buton (tamburu) dan tradisi drumnya, tanjidor, gamelan Sunda, dangdut, atau rock n roll lokal hanyalah beberapa contoh produk budaya yang lahir dari pertemuan dua budaya, juga unsur modern dengan status quo.

Namun teknologi juga menggeser sifat, estetika, dan fungsi sosial sebuah produk budaya. Sifat eksklusif dan mahal tergerus dan berubah menjadi massal, murah, populer, dan sampai tahap tertentu kehilangan “kesakralan”. Fungsi hiburan lebih menonjol.

Lewat teknologi pula, sebuah produk budaya menyebar melampaui batas-batas negara. Ini membuat para penikmatnya mengidentifikasi diri dengan sebuah “komunitas ‘tradisional” yang lebih besar yang memperlemah kesetiaan nasional,” tulis Bart Barendregt. Dia memberi contoh kesuksesan pop regional macam pop Sunda, pop Batak, atau pop Minang yang menumbuhkan ikatan baru di antara migran dari daerah tertentu yang sekarang tinggal di kota-kota besar di Asia Tenggara.

Semua artikel dalam antologi menyuguhkan paparan lengkap dan analisis menarik untuk membangun kerangka berpikir guna memahami budaya modern di Asia Tenggara hingga kini. Sayangnya, terminologi modern hanya mendapat sedikit tempat dalam buku ini. Modernitas, yang seiring perjalanan waktu juga terus bertransformasi, hanya dipakai sebagai bingkai. Bidang pengisinya adalah fakta-fakta sosial-historis. Paparan tentang proses pertemuan budaya yang kemudian melahirkan fenomena kultural baru juga kurang mendapat tempat. Di atas semua itu, buku ini tetap menarik.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Judul: Sonic Modernities in the Malay World: A History of Popular Music, Social Distinction and Novel Lifestyles (1930-2000s) | Penulis: Bart Barendregt (editor) | Penerbit: KITLV | Terbit: 2014 |
Foto
Judul: Sonic Modernities in the Malay World: A History of Popular Music, Social Distinction and Novel Lifestyles (1930-2000s) | Penulis: Bart Barendregt (editor) | Penerbit: KITLV | Terbit: 2014 |
Foto