Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Menggugat Citra Kolonial

Perempuan Jawa kerap digambarkan elok namun kepalanya kosong. Buku ini menunjukkan citra itu salah dan perlu direvisi.
 
Judul: Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX | Penulis: Peter Carey dan Vincent Houben | Penerbit: KPG | Terbit: Maret 2016 | Tebal: 128 halaman.
Historia
pengunjung
9.7k

Ratu Kencono Wulan memang hanyalah permaisuri ketiga Sultan Hamengkubuwono II. Namun berkat kecantikan dan kepintarannya, dia begitu berkuasa di kesultanan Yogyakarta pada awal abad ke-19.

Barangsiapa ingin naik pangkat atau mendapatkan tanah jabatan (lungguh), datanglah pada Sang Ratu. Syaratnya: punya cukup uang. Sang Ratu memang dikenal doyan menumpuk harta dan mengeruk keuntungan gila-gilaan. Hal itu disebut pula dalam Babad Jatuhnya Yogyakarta. Tingkah Sang Ratu sudah diketahui Sultan. Namun Sultan bergeming, karena Ratu Kencono Wulan adalah permaisuri favoritnya.

Kelihaian Sang Ratu bukan hanya pada aspek ekonomi tapi juga dalam ranah politik, termasuk soal suksesi.

Sultan Hamengkubuwono II memiliki tiga permaisuri: Ratu Kedaton yang berdarah Madura; Ratu Mas, putra Pangeran Pakuningrat era Mataram; dan Ratu Kencono Wulan. Soal siapa calon putra mahkota, Ratu Mas bersikeras keturunannya paling berhak karena ia adalah trah Mataram. Namun Ratu Kencono Wulan melawan dan terus bersekongkol dengan banyak pihak agar anak menantunya, Notodiningrat (kelak Pakualam II), yang dipromosikan sebagai pengganti sultan.

Sikap Ratu Kencono Wulan ini cukup membuat kecut H.W. Daendels, gubernur jenderal Hindia Belanda. Bahkan seorang komentator dari Inggris mengatakan dengan nada mengejek bahwa Ratu Kencono Wulan adalah satu-satunya perempuan Jawa yang bisa membuat Sang Marsekal “Guntur” ketakutan.

Ratu Kencono Wulan hanyalah salah satu perempuan perkasa yang dibahas dalam buku ini. Peter Carey dan Vincent Houben, penulisnya, juga mengangkat perempuan prajurit, perwira militer dalam Perang Jawa, pengusaha, hingga pujangga.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Judul: Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX | Penulis: Peter Carey dan Vincent Houben | Penerbit: KPG | Terbit: Maret 2016 | Tebal: 128 halaman.
Judul: Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX | Penulis: Peter Carey dan Vincent Houben | Penerbit: KPG | Terbit: Maret 2016 | Tebal: 128 halaman.