Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Kitab Mujarab Bagi Pelupa

Sebuah buku yang mengajak orang Indonesia tetap ingat Orde Baru.
Judul: Teror Orde Baru : Penyelewengan Hukum dan Propaganda 1965-1981 | Penulis: Julie Southwood, Patrick Flanagan | Penerbit: Komunitas Bambu | Terbit: 2013 | Tebal: XXXIX + 366 |
Foto
Historia
pengunjung
21.8k

Buku ini dilarang edar di Indonesia pada masa Orde Baru. Sepertinya pejabat Kejaksaan Agung era Orba tak perlu lama-lama memutuskan pelarangan buku ini. Halaman pertama pada buku ini saja sudah mempertanyakan peran Soeharto di dalam kudeta 1 Oktober 1965. Bahkan dalam lembar halaman selanjutnya, Julie Southwood dan Patrick Flanagan, penulis buku ini, memposisikan Soeharto sebagai pelaku aktif kudeta yang berakhir pada penyingkiran Sukarno.

Penulis menghubungkan keterlibatan Amerika Serikat dan jejaring Soeharto di dalam rangkaian kudeta terhadap Sukarno. Sejumlah data disajikan untuk memperkuat argumen kenapa Amerika berkepentingan atas Indonesia. Julie dan Patrick mengutip laporan Departemen Luar Negeri AS kepada Kongres pada 1975 tentang betapa pentingnya Indonesia bagi Amerika, salah satunya karena Indonesia diprediksi menjadi penyuplai penting bagi kebutuhan energi Amerika.

Dunia memang tengah terbagi dua saat itu. Blok barat yang anti komunis dimotori Amerika Serikat sementara Uni Soviet yang mengusung komunisme ada di blok timur. Mereka berebut pengaruh dan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari negara yang berhasil mereka pengaruhi. Indonesia salah satunya.

Presiden Richard Nixon punya teori, “domino Asia” namanya. Teori itu berkeyakinan bahwa bila salah satu negara di Asia Tenggara jatuh ke tangan komunis, maka paham komunisme akan menular ke negara lain di wilayah tersebut. Oleh karena itu sejak awal kemerdekaan Indoensia, Amerika mati-matian membendung Indonesia dari pengaruh komunisme.

Figur seperti Suwarto, kepala Seskoad di Bandung, yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan CIA, tak luput dari pembahasan (hlm. 40). Soeharto, yang semenjak mengalami sanksi disiplin disekolahkan di Seskoad, berguru kepada Suwarto. Suwarto sebelumnya dilatih di Amerika Serikat. Ia mensimbolisasikan keterkaitan teori dan praktik melalui pelatihan “internal” militer Indonesia yang sedang berkembang dengan model pelatihan “eksternal” AS (hlm. 41).

Tali temali peristiwa itu ditampilkan sebagai anyaman fakta keterlibatan Amerika Serikat dalam proses penggulingan Sukarno dan pembentukan Orde Baru. Penulis buku menyimpulkan bebasnya Indonesia dari cengkeraman komunis membuat Amerika lebih leluasa bekerjasama dengan Indonesia. ‘Rest’ Soeharto terhadap dominasi korporasi Amerika dalam perekonomian, sebagaimana ‘restu’ Amerika terhadap perebutan Timor Timur, mengilustrasikan fakta ini (hlm. 46).

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Judul: Teror Orde Baru : Penyelewengan Hukum dan Propaganda 1965-1981 | Penulis: Julie Southwood, Patrick Flanagan | Penerbit: Komunitas Bambu | Terbit: 2013 | Tebal: XXXIX + 366 |
Foto
Judul: Teror Orde Baru : Penyelewengan Hukum dan Propaganda 1965-1981 | Penulis: Julie Southwood, Patrick Flanagan | Penerbit: Komunitas Bambu | Terbit: 2013 | Tebal: XXXIX + 366 |
Foto