Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Einstein: Genius Pengubah Dunia

Kelambanan tak selamanya negatif. Einstein membuktikannya.
Judul: Einstein: Kehidupan dan Pengaruhnya bagi Dunia. Penulis: Walter Isaacson. Penerbit: Bentang. Terbit: November 2012. Tebal: xxviii + 700 hlm.
Foto
Historia
pengunjung
10.6k

Seorang pemeriksa di sebuah kantor paten di Bern, Swiss, mengirimkan surat kepada kawannya. Dia memberitahu bahwa empat makalah baru yang dijanjikannya sudah selesai. Entah kenapa, dia tak mengabarkan akan membuat makalah kelima pada tahun itu juga. Mungkin makalah kelima, yang merupakan tambahan singkat atas makalah keempatnya tentang elektrodinamika benda bergerak, kurang penting. Padahal, “dari makalah itu muncullah rumus paling terkenal di antara semua rumus fisika: E = mc2,” tulis Walter Isaacson, penulis buku ini.

Albert Einstein, fisikawan terbesar abad ke-20, merupakan pribadi yang rumit. Penyendiri dan tak suka kompromi tapi peduli kemanusiaan, pemberontak namun patuh pada aturan leluhur, senang mengamati sesuatu yang biasa tapi hasilnya luar biasa, perkembangannya lambat tapi cepat menangkap makna dari hal biasa yang tak diperhatikan orang lain, serta penganut relativitas tapi selalu mencari kemutlakan.

Einstein kecil sebenarnya “abnormal”. Perkembangan dan kemampuan belajar bicaranya sangat lamban hingga membuat orangtuanya khawatir. Sampai-sampai mereka berkonsultasi dengan seorang dokter. Ketika mulai bisa berkata-kata, dia punya kebiasaan aneh: selalu melatih terlebih dulu kata-kata yang ingin diucapkannya. Pembantunya sampai menjulukinya si “tolol”.

Namun Einstein kecil juga antiotoritas mapan. Keingintahuannya yang besar membuatnya selalu mempertanyakan segala sesuatu dengan kritis. Dia pernah dikeluarkan dari sekolah lantaran tak patuh pada peraturan-peraturan. “Sikap seperti itu jugalah yang diduganya turut membentuk dirinya menjadi seorang genius sains paling kreatif pada era modern,” tulis Isaacson.

Alih-alih mempermasalahkan kelambatan pada dirinya, Einstein malah menyadari betul itu sebagai potensi berharga dan dia terus mengasahnya.

“Orang dewasa kebanyakan tak pernah mau pusing-pusing memikirkan waktu dan ruang. Semua itu sudah pernah mereka pikirkan pada masa kecil. Tetapi, perkembangan saya begitu lambat sehingga saya mulai bertanya-tanya tentang ruang dan waktu ketika saya sudah dewasa. Akibatnya, saya menyelidiki masalah tersebut lebih dalam dibanding anak kecil pada umumnya,” kenang Einstein.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Judul: Einstein: Kehidupan dan Pengaruhnya bagi Dunia. Penulis: Walter Isaacson. Penerbit: Bentang. Terbit: November 2012. Tebal: xxviii + 700 hlm.
Foto
Judul: Einstein: Kehidupan dan Pengaruhnya bagi Dunia. Penulis: Walter Isaacson. Penerbit: Bentang. Terbit: November 2012. Tebal: xxviii + 700 hlm.
Foto