Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Dua Sudut Pandang Komunisme

Sebuah karya yang memandang Partai Komunis Indonesia dari dua sudut pandang, yakni lingkungan dalam dan luar negeri.
Historia
Historia
pengunjung
26.7k

Inilah fakta sejarah. Partai Komunisme Indonesia (PKI) merupakan organisasi komunis terbesar di luar blok China-Soviet. Partai ini tidak memiliki kesan buruk bila dibandingkan paham komunisme yang dianut blok China-Soviet. PKI juga partai besar tertua di Indonesia, selain gerakan komunis pertama yang didirikan di Asia di luar wilayah yang dulu disebut Imperium Tsar. Tapi kini ia jadi organisasi paling dibenci di Indonesia.

Ruth T. MacVey, guru besar Pusat Kajian Politik Asia Tenggara Universitas London, melakukan studi tentang komunisme Indonesia sejak 1953 ketika menjabat sebagai anggota peneliti dalam Proyek Indonesia Modern, Universitas Cornell. Ketika buku ini ditulis, PKI sedang berada di puncak kekuatannya, tapi segera pudar setelah percobaan kekerasan yang lain –mungkin yang dimaksud McVey tragedi Gerakan 30 September 1965.

McVey meneliti PKI karena ia tertarik akan sejarah komunisme. Watak partai ini sebagai sebuah komponen dari Komintern jadi fokus utamanya, sementara aspek domestik perkembangan PKI hanya jadi latar belakang. Tapi setelah McVey menyelam lebih dalam, ia menemukan adanya kekuatan dalam ikatan partai ini dengan lingkungan setempat. McVey pun menghadapi dilema: apakah mengabaikan masalah yang teramat penting bagi pendirian partai tersebut terhadap gerakan dunia, atau mencurahkan perhatian pada keadaan dalam negeri dan juga arti internasionalnya. Hasilnya, sebuah karya yang memandang partai tersebut dari dua sudut pandang, yakni lingkungan dalam dan luar negeri.

“Karya ini saya tujukan kepada mereka yang melakukan studi terhadap Indonesia dan juga sejarah komunisme,” tulis McVey dalam kata pengantar edisi bahasa Inggris.

Partai Komunis Indonesia bermula dari organisasi sosialis Marxis yang didirikan beberapa bulan setelah pecah Perang Dunia I di Hindia Belanda. Ketika terjadi pengambil-alihan kekuasaan Soviet, PKI terbebas dari unsur-unsur non-Bolshewik, dan pada awal 1920 menamakan diri sebagai partai komunis.

Hubungan PKI tak sebatas kaum elite, meski mayoritas anggotanya yang secara sosial, ekonomi, dan psikologis berada di kelas menengah: antara masyarakat tradisional dan modern. Ia juga memperluas keanggotaannya ke berbagai kalangan: pedagang, agamawan otodoks, kaum ningrat bawah, dan petani kaya, di luar Jawa atau bahkan tempat-tempat yang dikenal berada di luar pendukung komunis. Perlahan PKI menjadi besar karena mampu merefleksikan karakteristik pergerakan, yang menjembatani jarak antara konsep tradisional dan modern. Pada 1924 PKI memiliki 1.000 anggota.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Historia
Historia