Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Dari Partai, Oleh Partai, Untuk Siapa?

Menjawab rasa penasaran orang banyak tentang kemajuan Tiongkok. Khususnya bagi orang "barat".
Judul: Party Time: Who Runs China and How | Penulis: Rowan Callick | Penerbit: Black Inc. | Terbit: 2013 | Tebal: xxiv + 249 halaman.
Foto
Historia
pengunjung
2.9k

Dalam urusan pegang rahasia, Rowan Callick, penulis buku Party Time: Who Runs China and How, menyamakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dengan Freemasons. “Partai memegang rahasia serapat mungkin, sebagaimana yang dilakukan oleh Freemasons,” tulisnya. Rowan Callick pernah tinggal di Tiongkok dan bekerja sebagai koresponden Australian.

Editor Australian Finance Review untuk wilayah Asia-Pasifik itu terpukau pada kemajuan Tiongkok dalam setengah abad terakhir. Dia, seperti kebanyakan orang, bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya yang menjalankan Tiongkok? Dan di mana sebetulnya kekuasaan terletak? Apa sebenarnya makna keberadaan Tiongkok bagi dunia?

Rowan mewawancarai beberapa orang anggota partai untuk mengetahui bagaimana partai komunis mengatur negara yang berpenduduk 1 milyar lebih itu. Dia menulis buku ini dengan cara kerja seorang jurnalis: menelusuri informasi, menelisik sampai ke dalam tubuh partai melalui serangkaian wawancara terhadap anggota partai. Serpihan keterangan dikumpulkannya sedikit demi sedikit, tak jarang melalui sejumlah pertemuan rahasia.

Pada bab pertama, untuk membuka pintu masuk akses informasi, Rowan menemui tiga orang anggota dan seorang pengurus partai. Liu Meiling (bukan nama sebenarnya), pegawai perusahaan patungan modal asing dengan Tiongkok (joint venture) yang mengaku kepada Rowan tentang bagaimana pertemuan partai diselenggarakan. Bahkan di dalam perusahaan tempatnya bekerja.

“Setiap bulan, demikian katanya, dia dan sekitar tiga dari empat puluh orang anggota partai dari seksinya yang bekerja di perusahaan yang sama mengadakan pertemuan rutin, baik pada saat makan siang atau seusai jam kerja,” tulis Rowan mengutip keterangan Meiling.

Meiling juga menuturkan tentang beberapa posisi puncak di perusahaannya yang ditempati oleh orang-orang partai. Dengan demikian instruksi dari partai bisa langsung terhubung ke seksi-seksi anggota partai yang bekerja di perusahaan-perusahaan. Melalui pertemuan rutin pulalah para fungsionaris bisa memastikan kebijakan partai benar-benar diindahkan dan dilakukan oleh seksi partai di dalam perusahaan.

Selain memeroleh keterangan dari Meiling, Rowan mewawancarai Wang Binglin, profesor Beijing Normal University. Dia kader tinggi partai, deputi sekretaris. Dia menjelaskan tentang bagaimana partai merekrut kader dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa yang diterima jadi anggota partai sebelum kelulusannya akan mendapatkan pekerjaan yang baik. “Banyak mahasiswa yang ingin bergabung ke partai,” kata Binglin.

Untuk jadi anggota partai bukan perkara mudah. Partai Komunis Tiongkok sangat selektif memilih anggotanya dengan syarat yang cukup berat. Ren Jie, seorang ahli komputer yang direkrut partai sejak masa sekolah menengah dituntut harus menjadi contoh bagi kawan-kawannya. Prestasi akademik bukan satu-satunya ukuran. Dia juga diharuskan bersikap selayaknya pemimpin bagi yang lain.

Ren Jie mengaku tak mudah untuk menjalani kehidupan sebagai kader partai. “Seorang komunis harus terus giat belajar, tak hanya memelajari kehidupan sosial tapi juga memelajari negara dan juga dunia,” kata Ren Jie.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Judul: Party Time: Who Runs China and How | Penulis: Rowan Callick | Penerbit: Black Inc. | Terbit: 2013 | Tebal: xxiv + 249 halaman.
Foto
Judul: Party Time: Who Runs China and How | Penulis: Rowan Callick | Penerbit: Black Inc. | Terbit: 2013 | Tebal: xxiv + 249 halaman.
Foto