Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 3

Adopsi demi Integrasi

Ribuan anak Timor Leste dibawa ke Indonesia semasa perang. Ada yang jadi orang ternama, namun sebagian besar terjebak dalam trauma masa silam.
Judul: Making Them Indonesians, Child Transfer Out of East Timor | Penulis: Helene van Klinken | Penerbit: Monash University | Terbit: 2012 | Tebal: 212 halaman.
Historia
pengunjung
5.7k

Demi Integrasi

Zaman merdeka bagi anak-anak transfer merupakan halaman baru yang tetap menyisakan trauma masa silam. Biliki harus berganti orangtua-adopsi dua kali. Kakak-beradik Agusta dan Madelina hidup terpisah di dua keluarga; demikian juga Luis dan Agusta. Banyak yang sulit menyesuaikan diri di sekolah-sekolah Indonesia akibat trauma dan kurang pangan.

Ada yang diusir orangtua angkat atau terdampar di dunia kriminal. Ada pula yang jadi terkenal seperti aktor sinetron Toni Taulo (anak angkat Mayjen Kiki Syahnakri), petenis Sebastian da Costa (anak-angkat Yunus Yosfiah), bos preman Tanah Abang Hercules (anak angkat Zacky Anwar Makarim), dan petinju Thomas Americo (anak angkat prajurit Brawijaya). Para perwira tinggi Indonesia biasanya memilih yang cerdas untuk diadopsi dan disekolahkan. Seperti Francisco Kalbuadi (anak angkat Dading Kalbuadi) kini pejabat di Dili dan Dominggos Savio (anak angkat Prabowo Subianto) kini dutabesar di Singapura.

Adopsi anak-transfer merupakan salah satu cara petinggi Indonesia menandingi Front Klandinista, kelompok prokemerdekaan di kalangan mahasiswa Timor Leste di Indonesia pada 1990-an. Sebelumnya, menyusul invasi 1975, Presiden Soeharto sendiri mensponsori 61 anak-transfer untuk disekolahkan di Indonesia. Dengan cara-cara ini, negara ingin menunjukkan “kemurahan hati” dan memamerkan betapa putra-putri Timor Leste “menginginkan” integrasi.

Helene van Klinken telah menyumbang pengetahuan berharga tentang transfer anak dari Timor Leste, yang tak dikenal publik. Apabila dibandingkan dengan kisah anak-anak pengungsi Timor Leste di Nusa Tenggara Timur yang terekam dalam buku Sindhunata (ed.), Jembatan Air Mata, Tragedi Manusia Pengungsi Timor Timur, akan tampak gejala anak-transfer sebagai fungsi politik kolonial.

Menjadikan anak transfer Timor Leste sebagai “putra-putri bangsa Indonesia”, yang merupakan tujuan pemerintah Indonesia, menunjukkan perilaku negara yang menganggap diri superior. Di sini, kepedulian prajurit TNI terhadap nasib anak-anak tersebut berkelindan dengan kepentingan pribadi dan negara. Dalam relasi kolonial, cara-cara tersebut mencerminkan upaya pihak penguasa-cum-penjajah untuk menegaskan hegemoninya dalam melestarikan suatu penjajahan, yang secara eufemistis disebut “integrasi”.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Judul: Making Them Indonesians, Child Transfer Out of East Timor | Penulis: Helene van Klinken | Penerbit: Monash University | Terbit: 2012 | Tebal: 212 halaman.
Judul: Making Them Indonesians, Child Transfer Out of East Timor | Penulis: Helene van Klinken | Penerbit: Monash University | Terbit: 2012 | Tebal: 212 halaman.