top of page

Komponis Belanda Aransemen Indonesia Raya

Komponis Belanda menggubah lagu Indonesia Raya. Disukai Sukarno, dipakai hingga hari ini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jos Cleber memimpin tiga orkestra RRI studio Jakarta kala merekam lagu Indonesia Raya. Foto: repro Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

  • 18 Apr 2018
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

SEORANG bujang berusia 32 tahun dari Maastricht, Belanda, merantau ke Indonesia. Dia cukup berani karena situasi Indonesia belum aman, baru tiga tahun merdeka.


Dia bukan perantau sembarangan. Di negerinya, dia dikenal sebagai pemain violin, trombon dan arranger musik yang piawai. Dia pun pernah tampil di orkestra terkenal, Concertgebouw Orchestra.


Jos Cleber nama perantau itu.


Keahlian bermusik mengantarkannya menjadi konduktor tamu Orkes Kosmopolitan di Radio Republik Indonesia studio Jakarta. Sehingga, RRI memiliki tiga kelompok orkes, dua di antaranya Orkes Philharmony pimpinan Yvon Baarspul, juga seorang Belanda, dan Orkes Studio Jakarta yang diketuai Syaiful Bahri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page