Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 2

Akar Sejarah Dongeng Nyi Blorong

Dihujat sebagai pemberi kekayaan secara cepat, namun juga dipuji sebagai pelindung tanah yang menghasilkan hasil bumi.
 
Sampul film "Perkawinan Nyi Blorong" yang dibintangi Suzzanna dan Clift Sangra.
Foto
Historia
pengunjung
35.8k

Demi Pesugihan

Seorang petani miskin dari desa Soegihsaras, distrik Sidokantoen, berbincang dengan seorang tua yang dipanggil Kyai atau Embah. Si petani sudah lelah hidup miskin, bahkan paling miskin dibanding lima saudaranya. Dia ingin kaya dengan cepat.

Si Embah mau membantu, asalkan si petani mau menerima syaratnya: menyediakan tumbal. Si petani menyanggupi. Dia pun diminta menyiapkan satu kamar khusus, lengkap dengan pembaringan yang ditutup kelambu. Pada hari Jumat legi, dia diminta menyiapkan pelita di atas kasur, lengkap dengan bunga dan dupa.

“Sekarang sekitar tengah malam, dia mendengar suara seperti angin puyuh. Lalu setelah tenang, Blorong muncul di atas peraduan. Kakinya tidak terlihat, hanya tampak ekor ular yang seluruhnya tertutup sisik emas,” tulis J Kremeer, peneliti budaya berkebangsaan Belanda, dalam artikelnya “Blorong of de geldgodin der Javanen”, dimuat Mededelingen van wege het Nederlandsche Zendelinggenootschap (1904).

Kisah yang dituturkan Kramer menunjukkan kepercayaan atas tuah Nyi Blorong sudah berlangsung lama. Namun umumnya masyarakat Jawa menganggap negatif terhadap orang kaya yang bersekutu dengan Nyi Blorong. Bahkan pelakunya bisa kehilangan status sebagai anggota masyarakat.

Raden Ngabehi Ranggawarsito pun mengkritik praktik tersebut. Dalam Serat Jayengbaya, yang ditulisnya kala masih menjadi mantri carik atau juru tulis kadipaten Anom dengan gelar Raden Ngabehi Sarataka sekira 1822-1830, Ranggawarsito menggunakan kata “Nyi Blorong” untuk mengolok-olok situasi masyarakat Jawa kala itu.Terjemahannya begini: Yang sudah-sudah cepat kaya / sehingga seperti Nyai Blorong belaka / tidak usah ke Gunung Cereme / asal suka berbuat baik kepada tetangga / melimpahkan belas kasih / kiranya aku tidak akan, ketahuan mata-mata.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Sampul film "Perkawinan Nyi Blorong" yang dibintangi Suzzanna dan Clift Sangra.
Foto
Sampul film "Perkawinan Nyi Blorong" yang dibintangi Suzzanna dan Clift Sangra.
Foto