Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Rindu Jawa dari Negeri Pagoda

Dari pembuat taman hingga pedagang. Orang-orang Jawa menetap di negeri orang tanpa berpikir kapan akan pulang.
Plang penunjuk Mesjid Jawa di Distrik Sathorn, di bagian selatan Bangkok, Thailand.
Foto
Historia
pengunjung
16.5k

Bandara udara Suvarnabhumi begitu rapi dan tertib. Antrian panjang di kantor imigrasi selesai dalam beberapa menit. Pemandangan serupa terlihat di Bangkok Mass Transit System (BTS) atau dikenal dengan nama Skytrain, sebuah sistem transportasi massal yang terhubung ke bandara. Penumpang tak berebut naik. Suasananya bersih dan nyaman.

Bangkok adalah kota khas. Foto raja terpasang di mana-mana; menunjukkan betapa kuat pengaruh raja kendati negara ini menganut sistem politik monarki konstitusional. Lanskap kotanya memikat; kombinasi apik dari bangunan bersejarah dan modern. Istana raja. Restoran dan pusat perbelanjaan. Dan tempat-tempat hiburan yang tak ada tutupnya.

Bangkok juga terkesan relijius. Biksu berkepala gundul dan bertelanjang kaki, dengan balutan kain oranye, lalu-lalang di jalanan atau memberi berkat dan doa di toko-toko. Dengan hormat warga menerima doa dan memberi sedikit dagangan atau uang ke kantong yang dibawa para biksu. Ada juga warga yang mendatangi vihara-vihara di tepi Lamplatiw Canal, di depan Wat Sutthaphot, yang berada di distrik Lat Krabang untuk meminta restu dari para biksu sebelum memulai rutinitas. Anda harus bersabar jika di tengah kemacetan kota, sopir taksi melambatkan laju ketika melewati vihara atau berhenti sebentar di depan vihara untuk menghormat dan terkadang berdoa.

Situs-situs Budha mendominasi pemandangan kota. Ada Candi Wat Pho dengan koleksi Budha emas terbesar di Thailand. Patung Budha sepanjang 46 meter, dalam posisi berbaring, begitu menawan. Bila Anda ingin menikmati senja, kunjungi Wat Arun, salah satu kuil Budha terbesar. Ia tampak begitu anggun saat matahari terbenam.

Saya menyempatkan diri mengunjungi Sathorn, sebuah distrik di selatan Bangkok. Di sana terdapat vihara Wat Yan Nawa dan Wat Don, yang juga terkenal. Namun di sana juga ada sekitar 4.000 orang, sebagian besar Muslim dan berasal dari Jawa, tinggal. Penduduknya menyebut kampung mereka Kampung Jawa.

Cara praktis ke sana menggunakan keretaapi. Turun di Stasiun Surasak, jalanlah ke gang (soi) pertama sebelah kiri dan tanya saja “hong lamat Jawa”. Kebanyakan orang tahu tempat itu. Ia berada di Jalan Rong Num Kheang 707, Yanawa, Sathorn. Anda juga bisa menggunakan taksi atau ojek dan masuk melalui sebuah gang di samping St Louis Hospital.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Plang penunjuk Mesjid Jawa di Distrik Sathorn, di bagian selatan Bangkok, Thailand.
Foto
Plang penunjuk Mesjid Jawa di Distrik Sathorn, di bagian selatan Bangkok, Thailand.
Foto