Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 2

Mendekat Kepada Habib

Mereka mengajarkan agama tanpa meninggalkan usahanya. Tak dapat menghindari urusan politik.
 
Pada zaman pendudukan Jepang, Jakarta, 1943. (Inset): Haji Muhammad Abdul Muniam Inada di depan mimbar menguraikan cita-cita pemerintah Jepang yang terkait Islam.
Historia
pengunjung
19.3k

Habib dan Politik

Beberapa bulan sebelum pemilu 1971, Muhammad al-Habsyi dan Novel, anak Habib Salim Jindan, menyatakan bergabung dengan Golkar. Muncul protes dari para kiai yang mayoritas pendukung Nahdlatul Ulama. Merasa tertekan, Habib Ali Alatas meninggalkan Kwitang dan tak pernah kembali. Para kiai memisahkan diri dari Kwitang.

Muhammad al-Habsyi dan Novel memainkan peran penting dalam kampanye Golkar. Dengan menggunakan otoritas keagamaan, mereka menggalang massa untuk mendukung Golkar. Golkar juga mendapat sokongan dari organisasi sayapnya, Satuan Karya Ulama Indonesia, yang juga beranggotakan para habib.

Golkar menang pemilu. Sebagai imbalan, Muhammad al-Habsyi mendapat bantuan dana untuk merenovasi dan memperluas majelis taklim Kwitang. Presiden Soeharto meresmikan dan menamainya Islamic Center Indonesia. Kedekatan hubungan itu berlangsung hingga Muhammad al-Habsyi meninggal pada 1992.

Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Habsyi, anak Muhammad al-Habsyi, melanjutkannya dengan jadi penasehat spiritual keluarga Cendana. Menantunya, Habib Ali Baagil, dekat dengan para ulama dan pejabat militer.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Komentar anda
Pada zaman pendudukan Jepang, Jakarta, 1943. (Inset): Haji Muhammad Abdul Muniam Inada di depan mimbar menguraikan cita-cita pemerintah Jepang yang terkait Islam.
Pada zaman pendudukan Jepang, Jakarta, 1943. (Inset): Haji Muhammad Abdul Muniam Inada di depan mimbar menguraikan cita-cita pemerintah Jepang yang terkait Islam.